RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memastikan, tidak akan ada gencatan senjata permanen di Gaza, sampai kemampuan militer dan pemerintahan Hamas dihancurkan.
Baca juga : Kemenhub Berikan Pelayanan Prima Penerbangan Haji Di Bandara Hang Nadim
Pernyataan ini muncul, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan, Israel telah mengusulkan kesepakatan tiga fase untuk gencatan senjata di Gaza, dengan imbalan pembebasan sandera Hamas.
Baca juga : Warga Gaza Takbir, Nari Dan Pesta Kembang Api
"Syarat Israel untuk mengakhiri perang tidak berubah. Militer dan pemerintahan Hamas harus dihancurkan, semua sandera harus dibebaskan, dan Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel," beber Netanyahu seperti dikutip Reuters, Sabtu (1/6/2024).
Baca juga : Sekda Jabar Minta Kepala Perangkat Daerah Data Dampak Gempa Garut
“Israel akan terus memastikan syarat itu terpenuhi, sebelum gencatan senjata permanen diberlakukan. Gagasan yang menyebut Israel akan menyetujui gencatan senjata permanen, sebelum kondisi ini terpenuhi adalah non-starter," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.