Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sambut Rencana Gencatan Senjata
Warga Gaza Takbir, Nari Dan Pesta Kembang Api
Rabu, 8 Mei 2024 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rencana gencatan senjata di Gaza, disambut gembira warga Palestina. Mereka merayakannya dengan menyalakan kembang api.
Warga Palestina berbahagia mendapat kabar, bahwa Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh menyetujui gencatan senjata di Gaza, Palestina. Mereka berhamburan keluar rumah dan tenda darurat, Senin (6/5/2024) malam.
Warga yang berada di luar Rumah Sakit Al Aqsa di Deir al-Balah berkumpul di halaman rumah sakit dan menari bahagia. Ada yang memukul-mukul alat masak seperti panci, penggorengan hingga kaleng susu. Ada juga yang menyalakan kembang api untuk merayakan kabar baik ini.
Baca juga : Lamban Mengusut, KPK Pakai Cara Makan Bubur
Para pengungsi berharap, kesepakatan gencatan senjata ini bisa mengakhiri agresi Israel di tanah Palestina, yang sudah berlangsung selama tujuh bulan.
“Orang-orang menangis bahagia, meneriakkan ‘Allahu Akbar’ (Allah Maha Besar) dan menyalakan kembang api ke udara untuk merayakan berita tersebut,” bunyi laporan koresponden AFP yang berada di Gaza Selatan, Senin (6/5/2024).
Haniyeh mengatakan telah menerima proposal gencatan senjata di Gaza, dari mediator Mesir dan Qatar. Menurutnya, Hamas menyetujui proposal tersebut.
Baca juga : Jangan Bohong Dengan Pasangan
Haniyeh menelepon Perdana Menteri (PM) Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, dan Menteri Intelijen Mesir Abbas Kamel untuk memberi tahu mereka tentang persetujuan Hamas soal proposal gencatan senjata.
Rincian lebih lanjut belum diumumkan, termasuk berapa lama gencatan senjata akan berlangsung dan apa dampaknya bagi para sandera yang ditahan di Gaza. “Bola sekarang ada di tangan Israel,” kata seorang pejabat Palestina.
Namun di kubu Israel, PM Benjamin Netanyahu ogah menerima kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas. Dikutip media Israel, Haaretz, Selasa (7/5/2024), PM Netanyahu mengatakan, persyaratan yang disetujui Hamas masih jauh dari memenuhi tuntutan mereka.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya