Dark/Light Mode

Sambut Rencana Gencatan Senjata

Warga Gaza Takbir, Nari Dan Pesta Kembang Api

Rabu, 8 Mei 2024 06:20 WIB
Warga Palestina bersorak gembira setelah Hamas menerima usulan gencatan senjata dari Mesir dan Qatar, di Rafah, di Jalur Gaza selatan, Senin, 6 Mei 2024. Foto: REUTERS/DOAA AL BAZ
Warga Palestina bersorak gembira setelah Hamas menerima usulan gencatan senjata dari Mesir dan Qatar, di Rafah, di Jalur Gaza selatan, Senin, 6 Mei 2024. Foto: REUTERS/DOAA AL BAZ

RM.id  Rakyat Merdeka - Rencana gencatan senjata di Gaza, disambut gembira warga Palestina. Mereka merayakannya dengan menyalakan kembang api.

Warga Palestina berbahagia mendapat kabar, bahwa Pe­mimpin Hamas, Ismail Haniyeh menyetujui gencatan senjata di Gaza, Palestina. Mereka ber­hamburan keluar rumah dan tenda darurat, Senin (6/5/2024) malam.

Warga yang berada di luar Rumah Sakit Al Aqsa di Deir al-Balah berkumpul di halaman rumah sakit dan menari bahagia. Ada yang memukul-mukul alat masak seperti panci, penggorengan hingga kaleng susu. Ada juga yang menyalakan kembang api untuk merayakan kabar baik ini.

Baca juga : Lamban Mengusut, KPK Pakai Cara Makan Bubur

Para pengungsi berharap, kesepakatan gencatan senjata ini bisa mengakhiri agresi Israel di tanah Palestina, yang sudah berlangsung selama tujuh bulan.

“Orang-orang menangis ba­hagia, meneriakkan ‘Allahu Akbar’ (Allah Maha Besar) dan menyalakan kembang api ke udara untuk merayakan berita tersebut,” bunyi laporan koresponden AFP yang berada di Gaza Selatan, Senin (6/5/2024).

Haniyeh mengatakan telah menerima proposal gencatan senjata di Gaza, dari mediator Mesir dan Qatar. Menurutnya, Hamas menyetujui proposal tersebut.

Baca juga : Jangan Bohong Dengan Pasangan

Haniyeh menelepon Perdana Menteri (PM) Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, dan Menteri Inteli­jen Mesir Abbas Kamel untuk memberi tahu mereka tentang persetujuan Hamas soal proposal gencatan senjata.

Rincian lebih lanjut belum diumumkan, termasuk berapa lama gencatan senjata akan berlangsung dan apa dampaknya bagi para sandera yang ditahan di Gaza. “Bola sekarang ada di tangan Israel,” kata seorang pejabat Palestina.

Namun di kubu Israel, PM Benjamin Netanyahu ogah menerima kesepakatan gen­catan senjata dengan Hamas. Dikutip media Israel, Haaretz, Selasa (7/5/2024), PM Netan­yahu mengatakan, persyaratan yang disetujui Hamas masih jauh dari memenuhi tuntutan mereka.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.