RM.id Rakyat Merdeka - Ada yang spesial di penyelenggaraan Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2024. Festival tahun ini akan digelar di 10 kota. Hal ini disampaikan Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Penny Williams saat memberikan sambutan pada FSAI di XXI Senayan City, Jakarta, Kamis (30/5/2024).
Dubes Australia bakal berkeliling ke 10 kota di wilayah Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Padang, Surabaya, Mataram, Makassar, Manado, Samarinda, dan Balikpapan.
Williams mengatakan, dirinya juga sangat gembira dengan festival film tahun ini karena ini juga merupakan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Australia dan Indonesia.
Baca juga : Dubes Australia Untuk Indonesia Penny Williams Ajak Sandiaga Uno Nobar Film Blueback
“Dari sudut pandang saya, salah satu hal terpenting tentang hubungan kita adalah hubungan antar masyarakat, persahabatan, hal-hal yang kita pelajari dari satu sama lain,” ujarnya.
Tahun ini merupakan tahun ke-9 FSAI diselenggarakan di Tanah Air. FSAI 2024 dimulai dari 31 Mei hingga 23 Juni 2024. Festival ini telah dibuka Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno pada 28 Mei 2024, dengan pemutaran film perdana Blueback di Senayan City, Jakarta.
Dubes Williams mengatakan, festival film ini merupakan perwujudan yang sangat baik bagi hubungan Indonesia dan Australia.
Baca juga : Dubes China Untuk Indonesia Lu Kang Masa Tugas Berakhir, Pamitan Ke Netizen +62
FSAI 2024 juga akan menyelenggarakan masterclass dengan mendatangkan pakar film dari Australia dan Indonesia. Penikmat film dan pelajar Indonesia dapat mengasah kreativitas mereka dengan mengikuti kelas tersebut.
“Kita semua memiliki ide-ide bagus dan kita semua dapat berbagi pengalaman dan belajar dari satu sama lain. Jadi sungguh luar biasa untuk menyelenggarakan Festival Film yang spektakuler ini di tahun peringatan 75 tahun ini,” ujarnya.
Pada kesempatan itu dilakukan pemutaran film dengan judul, The Earth Above. Film tersebut memberikan wawasan tentang teknik dan teknologi inovatif di balik proyek berdurasi panjang yang diproduksi Deakin MotionLab dan bermitra dengan komunitas First Nation.
Baca juga : Mitra Bukalapak Perluas Cakupan Literasi Keuangan Ke Medan
Direktur Kreatif dan anggota Deakin MotionLab Martin Potter menekankan pentingnya kampus-kampus membangun jembatan antar manusia untuk menyatukan teknologi dan kreativitas di banyak bidang.
“Kami berpikir dapat melakukan pekerjaan dengan baik jika kami berinteraksi dengan masyarakat di dalam dan di luar Australia,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.