Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dubes Australia Penny Williams Gelar Australian Alumni Gala Dinner Bareng Gubernur Jenderal
Jumat, 17 Mei 2024 07:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ratusan alumni Australia berkumpul di Raffles Hotel, Jakarta, Rabu (15/5/2024) malam, memenuhi undangan Australian Alumni Gala Dinner dari Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Penny Williams.
Seperti namanya, acara ini berlangsung meriah. Koridor menuju ballroom utama di Raffles Hotel disulap panitia untuk menunjukkan pencapaian hubungan Canberra-Jakarta yang sudah terjalin selama 75 tahun.
Foto dan video pendek menghiasi dinding koridor, menemani para tamu yang baru tiba, berjalan menuju meja mereka di ballroom utama. Setibanya di ballroom, para tamu pun diantarkan menuju meja mereka. Tak lama, para tamu sudah sibuk bertukar kabar. Maklum, hampir semuanya saling mengenal.
“Kami sangat bangga dengan komunitas alumni Australia di sini. Hubungan pribadi antarwarga merupakan inti persahabatan keduanya dan komunitas alumni kami berperan besar membina hubungan yang langgeng ini,” ujar Dubes Williams bangga.
Para alumni, lanjutnya, menjadi contoh pencapaian luar biasa yang dapat diraih melalui pendidikan Australia kelas dunia. “Kami mengakui dan mendu kung kontribusi mereka untuk Indonesia dan dunia,” sambungnya.
Baca juga : Relawan Sadar Dan Komunitas Wonosobo Deklarasi Dukung Sudaryono Jadi Gubernur Jateng
Program beasiswa Australia yang kini bernama Australia Award merupakan program bea siswa luar negeri paling lama di Indonesia.
Australia merupakan salah satu tujuan studi luar negeri terpopuler bagi pelajar Indonesia, dengan sekitar 20.000 orang yang mendaftar setiap tahunnya.Australia memiliki lebih dari 200.000 alumni di Indonesia, termasuk dari kalangan pejabat senior di pemerintahan dan pengusaha.
Saking besarnya, Kedutaan Besar Australia selalu mengadakan malam penghargaan bagi alumni terpilih yang membawa kontribusi besar bagi komunitasnya.Para pemenang dipilih langsung oleh sejawat mereka secara online.
Untuk penghargaan kategori Alumni of the Year 2024 diberi kan kepada Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid. Dia mendapat penghargaan ini, karena menyo roti pentingnya kerja sama antar orang ke orang (people to people), khususnya di bidang pendidikan.
“Tentu yang kita harapkan di dunia yang saat ini penuh tantangan, dengan dinamika di berbagai belahan dunia, ini bisa kita reduksi, dengan adanya pertukaran-pertukaran atau kerja sama di bidang pendidikan,” ujar politikus Golkar yang meraih gelar Sarjana Teknik dari Uni versity of New South Wales itu.
Meutya yang merupakan mantan jurnalis itu mendorong agar semakin banyak anak muda yang dapat berkontribusi dalam lingkup global. “Be a global citizen. Dunia saat ini membutuhkan anakanak muda yang memiliki pergaulan internasional,” tegasnya.
Dia menganggap, di era digitalisasi saat ini, hal tersebut sangat mudah dilakukan anak muda Indonesia, tanpa harus kuliah di luar negeri.
Sementara Penghargaan Inovasi dan Kewirausahaan diberikan kepada Alvin Sariaatmaja. Perannya di sektor media, infrastruktur digital, layanan ke sehatan dan jasa keuangan, dini lai berdampak bagi pertumbuhan Indonesia secara luas.
Melalui penghargaan yang diterimanya, Alvin berharap dapat mendorong semakin banyak orang berkontribusi dalam bidang wirausaha, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang.
“Saya harap ini juga dapat menjadi inspirasi bagi para wirausahawan di mana pun mereka berada, untuk terus memberikan dampak menciptakan lapangan kerja, sehingga kita dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan negara dan memberikan dampak yang lebih positif,” tuturnya.
Baca juga : Dubes RI Untuk Inggris Desra Percaya Carbo Loading Bareng Pelari London Marathon
Pemegang gelar Sarjana Hukum dan Keuangan dari University of New South Wales itu pun berharap, agar kemitraan strategis antara Indonesia dan Australia semakin erat dan berkelanjutan.
Alumni lainnya, seorang guru di SMAN 10 Raja Ampat, Fandy Dawean, diganjar penghargaan atas kontribusinya mempromosikan pemberdayaan perempuan dan inklusi sosial. Penyandang gelar Master Kebijakan dan Praktik Disabilitas dari Flinders University ini aktif mengadvokasi para penyandang disabilitas, terkait literasi digital dan pendidikan inklusif.
Para pemenang ini langsung mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jenderal Australia Jenderal (Purnawirawan) David Hurley dan istri Linda Hurley, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Dalam pidatonya, Gubernur Jenderal Hurley mengaku bangga dengan besarnya jumlah alum ni Australia di Indonesia. Menurutnya, mereka semua memiliki jasa dalam mempererat hubungan bilateral.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya