Sebelumnya
Pada kesempatan itu, Menlu RI (2009-2014) Marty Natalegawa menjelaskan bahaya diplomasi yang terlalu berpegang kepada istilah negara menengah. Jebakan istilah negara menengah ini juga mengkotak-kotakkan negara-negara di dunia. Walhasil, seolah ada strata di dalam membangun jejaring kemitraan.
“Ini membuat munculnya mental kurang percaya diri sehingga tidak optimal di dalam berdiplomasi,” kata Marty.
Marty menilai, kekurangan suatu negara di sektor ekonomi dan militer bukan jadi penentu cara berdiplomasi.
Baca juga : MA Perberat Vonis Windu Aji Sutanto
“Sejatinya, diplomasi adalah karakter dan konsistensi yang berkelanjutan. Ini yang menjadi landasan bagi negara-negara maupun organisasi internasional untuk saling mempercayai,” tutur Marty.
Sementara itu Menlu Australia (1988-1996) Gareth Evans menjelaskan bahwa middle power cenderung menggunakan strategi diplomasi yang kooperatif dan membangun koalisi.
Untuk dapat menjadi middle power yang baik, Evans menekankan pentingnya menjaga semangat optimisme.
Baca juga : Lagi Cari Jodoh, Ubah Image Seksi
Menurutnya, Indonesia dan Australia digolongkan sebagai middle power country. Negara-negara tersebut memiliki kekuatan dan kemampuan yang cukup. Meskipun tidak besar, tetapi cukup dan mampu membuat perubahan di dunia apabila digunakan secara cerdas.
CIFP merupakan kegiatan tahunan FPCI. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 9.500 peserta. CIFP 2024 menandai ulang tahun ke-10 FPCI, merayakan satu dekade pembinaan dialog tentang kebijakan luar negeri Indonesia.
Turut hadir Kepala Dewan Pusat Kajian Islam Raja Faisal di Arab Saudi, Pangeran Turki Al Faisal, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, hingga Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti. LDU
Baca juga : Bekerja Seperti Tim Sepakbola, Kabinet Prabowo Pantang Libur
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Senin, 2 Desember 2024 dengan judul "FPCI Sukses Gelar CIFP 2024, RI Didorong Aktif Mainkan Peran Negara Middle Power"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.