Sebelumnya
Tak satu pun dari 108 anggota parlemen partai berkuasa hadir saat pengajuan mosi pemakzulan. Meski terdapat 18 anggota parlemen dari PPP mendorong pencabutan status darurat militer. Namun partai itu menentang upaya pemakzulan.
Di sela kesibukan proses politik, para anggota parlemen menggelar rapat membahas darurat militer. Dalam rapat muncul nama mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Korsel Kim Yong-hyun, yang dicurigai menjadi dalang kebijakan darurat militer selama enam jam itu. Dugaan itu muncul setelah Parlemen mendengar kesaksian, antara lain, dari Kepala Staf Angkatan Darat Korsel Jenderal Park An-soo kepada Wakil Menhan Kim Seon-ho.
Adapun Menhan Kim telah mengundurkan diri, Rabu (4/12/2024). Ia mengajukan pengunduran diri beberapa jam usai parlemen memutuskan pencabutan darurat militer. Pencabutan ditetapkan lewat rapat darurat pada Rabu dini hari. Baik Wamenham Kim dan Jenderal Park mengaku tidak tahu soal darurat militer sampai Yoon mengumumkannya di radio dan televisi.
WNI Diminta Waspada
Baca juga : Kejagung Sita Aset Dua Mantan Direksi PT Timah
Meskipun deklarasi tersebut sudah dicabut, Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Negeri Ginseng diminta untuk tetap waspada.
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Judha Nugraha mengatakan, Kemlu RI dan KBRI Seoul terus memonitor dari dekat situasi politik dan keamanan Korsel yang berpengaruh pada keselamatan WNI.
“Informasi terakhir yang kami terima dari KBRI Seoul, bahwa situasi terpantau aman dan normal, kendali. Masyarakat juga sudah kembali menjalankan aktivitas secara normal. Layanan KBRI juga sudah menjalankan secara normal,” kata Judha dalam jumpa media, di Jakarta, Kamis (5/12/2024).
Baca juga : Leony, Ingin Nikah Dengan Bule
Judha meyakinkan, KBRI Seoul telah memiliki rencana kontijensi sesuai dengan standar dan prosedur (SOP) jika ada hal-hal tak diinginkan terjadi.
“Kamu melihat tidak ada kontijensi saat ini untuk melakukan evakuasi. Namun, tentu imbauan yang sudah dilakukan oleh KBRI Seoul untuk meningkatkan kewaspadaan tetap berlaku,” pungkas Judha. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 6 Desember 2024 dengan judul "Darurat Militer Bikin Takut Rakyat Korsel, Partai Oposisi Gulirkan Mosi Impeachment Presiden Yoon"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.