BREAKING NEWS
 

Pertahankan Status Siaga

RI Ogah Buru-buru Akui Pemerintah Baru Suriah

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 17 Desember 2024 06:20 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Rolliansyah Soemirat (tengah) berbicara dalam taklimat pers di Jakarta pada 16 Desember 2024.

 Sebelumnya 
Direktur Pelindungan WNI Kemlu Judha Nugraha me­ngatakan, kondisi Suriah masih sangat dinamis. Israel masih terus melancarkan serangan ke Suriah.

“Mempertimbangkan hal terse­but, status Siaga Satu di seluruh Suriah yang telah ditetapkan sejak 7 Desember 2024 tetap dipertahankan hingga saat ini,” kata Judha pada wartawan di Kantor Kemlu, Jakarta, Senin (16/12/2024).

Berdasarkan catatan Kemlu, ada 1.162 WNI yang berdomisili di Suriah. Sebanyak 65 di antara­nya telah kembali ke Tanah Air, lewat evakuasi dua gelombang yang dilakukan Kemlu pada tanggal 12 Desember 2024 dan 15 Desember 2024.

Baca juga : Pura-pura Nagih Utang Dan Potong Anggaran

Kemlu berencana kembali memfasilitasi 84 WNI lainnya dalam satu penerbangan ke Tanah Air. Puluhan WNI tersebut adalah mereka yang sudah mendaftar dan setuju untuk kembali ke Ta­nah Air. Judha tidak menampik ada WNI yang menolak untuk kembali ke Indonesia.

“Dalam kesempatan ini, kami mengimbau kepada masyarakat terutama WNI yang berada di Suriah, untuk wegera melakukan evakuasi,” kata Judha.

Beberapa WNI yang menolak evakuasi adalah para mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Suriah. Kebanyakan WNI yang menolak evakuasi karena melihat situasi di wilayahnya masih cukup aman.

Baca juga : Yuki Kato, Kesal Ditanya Kapan Nikah

Ia menambahkan, kemungkinan jumlah WNI yang ada di Suriah lebih dari yang tercatat di Imigrasi wilayah itu. Kebanyakan dari WNI bekerja di sek­tor domestik. Pihaknya juga memastikan, WNI yang bekerja di wilayah itu ilegal. Sebab, Suriah bukan negara penempatan pe­kerja migran di sektor domestik.

“Jadi datanya tidak ada di pusat data Kementerian Ketenagakerjaan maupun Badan Pelindungan Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Judha juga khawatir adanya WNI yang terkendala komuni­kasi, karena tinggal dengan maji­kan. Oleh karena itu, ia meminta keluarga di Indonesia segera melapor ke nomor hotline KBRI Damaskus, +963-954-444-810, +963-983-493-246, atau +963-983-480-264, jika ada WNI yang terkendala di Suriah. Ia memas­tikan, KBRI Damaskus masih beroperasi untuk memberikan perlindungan WNI. LDU

Baca juga : Gubernur Dipilih DPRD, Mayoritas DPR Bisa Setuju

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 17 Desember 2024 dengan judul "Pertahankan Status Siaga, RI Ogah Buru-buru Akui Pemerintah Baru Suriah"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense