RM.id Rakyat Merdeka - Elon Musk getol mencuit mengomentari urusan politik domestik negara Eropa di platform X, miliknya. Meski banyak mendapat protes dan bikin murka para pemimpin negara-negara di Eropa, Musk cuek saja dan seperti menikmatinya.
Musk yang juga bos Tesla itu, kini memiliki sebanyak 211 juta follower di akunnya. Mengutip Presiden Prancis Emmanuel Macron, Musk tengah mendukung “gerakan reaksioner” global.
Baca juga : Sekda Herman Harap Guru Madrasah Cetak Calon Pemimpin Berkarakter
Macron tidak menyebutkan nama miliarder teknologi kontroversial ini dalam pidato tahunannya di hadapan para Duta Besar Prancis yang berkumpul di Paris, Senin (6/1/2024). Namun, statemen-nya bisa ditebak mengarah ke Musk.
“Sepuluh tahun yang lalu, siapa yang bisa membayangkan bahwa pemilik salah satu jejaring sosial terbesar di dunia akan mendukung gerakan reaksioner internasional yang baru. Dan mengintervensi secara langsung dalam pemilihan umum, termasuk di Jerman,” ujar Macron dalam pidato kebijakan luar negeri di Istana Elysee.
Baca juga : CIMB Niaga Perluas Akses Dan Layanan Lewat Platform Digital Di Cirebon
Macron menyindir cuitan Musk mencampuri politik Eropa. Apalagi Musk didaulat Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi pemimpin Departemen Efisiensi Pemerintah AS.
Namun, komentar Macron tidak bernada cemas seperti komentar Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store. “Seseorang yang memiliki akses yang sangat luas ke media sosial akan terlibat secara langsung dalam politik negara lain,” keluhnya.
Baca juga : Pencarian Diperpanjang, Medan Longsor Di Blitar Yang Licin Bikin SAR Kelimpungan
Musk menghadapi reaksi keras dari kalangan politik arus utama di Eropa setelah cuitannya di X mengomentari politik domestik di Jerman dan Inggris. Ia blak-blakan menyatakan mendukung Partai Alternatif untuk Jerman (bahasa Jerman Alternative für Deutschland/AfD) berhaluan kanan, menuntut pembebasan Tommy Robinson, ekstremis anti Islam Inggris yang dipenjara, dan menyebut Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer sebagai tirani jahat yang seharusnya dipenjara.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.