BREAKING NEWS
 

Cawe-cawe Ngurusin Negara Lain Lewat Platform X

Cuitan Elon Musk Bikin Pemimpin Eropa Murka

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 11 Januari 2025 04:33 WIB
Elon Musk berbicara dengan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump saat menyaksikan peluncuran uji coba keenam roket SpaceX Starship di Brownsville, Texas, AS, 19 November 2024. (Foto Brandon Bell / Pool via Reuters)

 Sebelumnya 
Musk makin fokus pada politik Inggris sejak Partai Buruh terpilih. Pemilik SpaceX ini juga menuduh Starmer gagal membawa pelaku pelecehan seksual ke pengadilan ketika dia jadi penuntut umum Inggris antara 2008 dan 2013.

Adsense

Tuduhan ini dibantah keras Startmer, dan menilai tudingan Musk tak berdasar.  “Saya menikmati politik yang cerdik dan perdebatan tajam. Tapi semua harus berdasarkan fakta dan kebenaran, bukan kebohongan,” cuit Starmer.

Cuitan Musk juga membuat Kanselir Jermal Olaf Scholz berang. Musk ikut campur ke politik Negeri Der Panser, yang akan menyelenggarakan pemilu 23 Februari nanti. Berbagai cuitan Musk mendukung politisi dari sayap kanan, di tengah keruntuhan koalisi Scholz yang makin melemah.

Baca juga : Sekda Herman Harap Guru Madrasah Cetak Calon Pemimpin Berkarakter

“Hanya AfD dapat menyelamatkan Jerman,” cuit Musk, Rabu (8/1/2025).

Aksinya menggandakan dukungan untuk AfD. Akhir pekan ini, Musk bahkan berencana mengadakan obrolan di X dengan salah satu pemimpin AfD, Alice Weidel.

Scholz menyebut keterlibatan Musk dalam politik Jerman mengkhawatirkan. Dalam pesan tahun baru, Scholz menyebut, masa depan Jerman bukan ditentukanpemilik saluran media sosial.

Baca juga : CIMB Niaga Perluas Akses Dan Layanan Lewat Platform Digital Di Cirebon

Profesor komunikasi politik Universitas Loughborough, Inggris, Andrew Chadwick berpendapat, Musk memakai X untuk menyebar pandangan politiknya.

Kejengkelan terhadap Musk juga disampaikan Menteri Kesehatan Yunani Adonis Georgiadis. Dia bilang, perilaku Musk sangat mengganggu dan jauh dari kata lucu.

“Seseorang tidak bisa begitu saja menggunakan platform, kekayaan, dan koneksinya untuk mencoba mendikte bagaimana pemerintahan dibentuk di setiap negara. Ini menjadi semakin berbahaya,” singgung Georgiadis.

Baca juga : Pencarian Diperpanjang, Medan Longsor Di Blitar Yang Licin Bikin SAR Kelimpungan

Akibat cuitan Musk selama beberapa bulan belakangan ini, otoritas Uni Eropa pun melakukan penyelidikan kepada X.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense