BREAKING NEWS
 

Pakai Jurus Bungkam Tolak Pemeriksaan Ulang,Yoon Ngaku Kurang Sehat

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 17 Januari 2025 04:30 WIB
Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan, Yoon Suk Yeol, dibawa dengan mobil menuju Pusat Penahanan Seoul Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi setelah penangkapannya, di Gwacheon, Korea Selatan, 15 Januari 2025. (Foto Yonhap via Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Korea Selatan (Korsel) yang sudah ditahan, Yoon Suk Yeol, menolak hadir dalam pemeriksaan ulang, Kamis (16/1/2025), sehari setelah penangkapannya yang dramatis terkait deklarasi darurat militer.

Kuasa hukum Yoon menyatakan, mereka tidak akan memenuhi permintaan pemeriksaan lanjutan oleh Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO), dalam penyelidikan kasus darurat militer Yoon yang dinilai sebagai pemberontakan.

Baca juga : Presiden Yoon Suk Bakal Ditahan Di Penjara Isolasi

“Presiden Yoon tidak sehat dan telah menjelaskan posisinya dengan baik kemarin sehingga tidak ada lagi yang perlu diinterogasi,” kata Yoon Kab Keun kepada kantor berita Yonhap, merujuk pada keputusannya, Rabu (15/1/2024), untuk tidak menjawab pertanyaan.

Menurut sang pengacara, setelah ditangkap, Yoon langsung menjalani pemeriksaan dan interogasi pertama. Dalam pemeriksaan itu, Yoon secara garis besar menyatakan bahwa darurat militer adalah sah dan tidak ada unsur tindak pidana untuk aksi pemberontakan.

Baca juga : KPK Korsel Dituding Perlakukan Yoon Suk Yeol Seperti Penjahat Narkoba

Sebelumnya, CIO berencana memulai pemeriksaan lanjutan hari kedua pada Kamis (16/1/2025) pagi. Namun, pemeriksaan lanjutan itu batal dilakukan karena karena tim kuasa hukum Yoon meminta penundaan dengan alasan masalah kesehatan sang klien.

Tim penyidik gabungan dari CIO dan polisi menangkap Yoon di kediaman Kepresidenan pada Rabu pagi (15/1/2024) dengan membawa lebih dari 1.000 polisi.

Adsense

Baca juga : Massa Anti & Pro Kemah Di Depan Kediaman Yoon

CIO mulai memeriksa Yoon sebagai tersangka sekitar pukul 11:00 di markas besar CIO di Gwacheon, Provinsi Gyeonggi. Interogasi itu berlangsung selama 10 jam 40 menit, termasuk waktu istirahat dan berakhir pada pukul 21:40 waktu setempat.

Yoon yang menilai, CIO tidak memiliki kewenangan untuk memeriksa dugaan pemberontakan, tidak mau memberikan pernyataan apa pun sepanjang pemeriksaan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense