Dark/Light Mode

Siapkan Upaya Penangkapan

KPK Korsel Dituding Perlakukan Yoon Suk Yeol Seperti Penjahat Narkoba

Rabu, 15 Januari 2025 00:25 WIB
Sebuah bus diparkir di pintu masuk kediaman resmi Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan Yoon Suk Yeol untuk mencegah upaya Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi untuk menangkap Yoon, di Seoul, Korea Selatan, 13 Januari 2025. (Foto Reuters)
Sebuah bus diparkir di pintu masuk kediaman resmi Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan Yoon Suk Yeol untuk mencegah upaya Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi untuk menangkap Yoon, di Seoul, Korea Selatan, 13 Januari 2025. (Foto Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan Korea Selatan (Kastaf Kepresidenan Korsel) Chung Jin Suk berjanji akan mencegah terjadinya bentrokan antara pasukan pengamanan presiden (Paspampres Korsel) dan polisi yang mencoba melaksanakan surat perintah penangkapan Presiden Yoon Suk Yeol.

Chung Jin Suk mengeluarkan pernyataan tersebut, Selasa (14/01/2025) pagi. Dilansir Associated Press, ia mengatakan, tim investigasi gabungan diperkirakan akan kembali berupaya melaksanakan surat perintah tersebut secepatnya pada Rabu (15/1/2025).

Baca juga : Massa Anti & Pro Kemah Di Depan Kediaman Yoon

Tim investigasi gabungan Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) dan polisi ingin menginterogasi Yoon terkait darurat militer yang dideklarasikannya 3 Desember 2024 dan menuduhnya sebagai dalang pemberontakan. Namun sudah tidak Yoon tidak mengubris panggilan tim investigasi. 

Hingga kemudian, pengadilan mengeluarkan surat perintah penangkapan Yoon yang pelaksanaanya dilakukan CIO atau KPK Korsel itu dibantu polisi.

Baca juga : Gagalkan Penangkapan Yoon Suk Yoel, Pejabat Paspampres Korsel Tolak Diperiksa

Upaya sebelumnya untuk menahan Yoon pada 3 Januari lalu dihalangi Badan Keamanan Presiden (Presidential Security Services/PSS). Tim investigasi berencana melakukan upaya baru, tetapi PSS menolak untuk bekerja sama.

Chung mengkritik cara tim investigasi dalam menangani kasus ini. Ia mengatakan mereka mencoba menangkap Yoon dan memperlakukannya seperti penjahat narkoba.

Baca juga : Yoon Gagal Ditangkap

Chung menegaskan bahwa Yoon masih menjabat sebagai kepala negara. Chung sangat mengkhawatirkan tentang kemungkinan bentrokan antara polisi dan PSS.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.