BREAKING NEWS
 

Trump Pedekate Lagi Sama Korut, Kim Jong Un Tolak Stop Proyek Rudal Dan Nuklir

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 10 Februari 2025 04:50 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) berjalan bersama Presiden Trump di sebelah utara garis demarkasi militer yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan, di Area Keamanan Bersama Panmunjom di Zona Demiliterisasi, pada Minggu, 30 Juni 2019. (Foto Brendan Smialowski / AFP / Getty Images)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjalin hubungan baik dengan Korea Utara (Korut) memberikan harapan baru untuk menciptakan stabilitas keamanan di Semenanjung Korea. Trump diharapkan bisa menghentikan program pengembangan rudal dan nuklir negara komunis tersebut.

Trump pernah berupaya bersahabat dengan pemimpin tertinggi Korut Kim Jong Un dan berkunjung ke wilayah demiliterisasi (DMZ) Korut-Korea Selatan (Korsel) pada 2019. Dikutip Reuters, Minggu (9/2/2025), Trump menyoroti hubungan masa lalu mereka dan menekankan pentingnya keterlibatan diplomatik.

Baca juga : Wamendagri Bima Dorong Kepala Daerah Aktif Awasi Proyek Irigasi

“Kami akan memiliki hubungan dengan Korea Utara dan dengan Kim Jong Un lagi,” ujar Trump dalam jumpa pers di Gedung Putih, Washington DC, AS, Jumat (7/2/2025).

Menurut Trump, pada periode pertama jabatannya, dia dan Kim sangat akrab. Trump juga menekankan bahwa kemampuannya untuk terlibat dengan Kim bermanfaat bagi stabilitas global.

Baca juga : KPK Bongkar Modus Suap Proyek Di BTP Bandung

“Saya pikir itu adalah aset yang sangat besar bagi semua orang bahwa saya bisa akrab dengannya. Maksud saya, saya cocok dengannya, dia cocok dengan saya, dan itu hal yang baik, bukan hal yang buruk,” pungkasnya.

Rencana Trump ke Korut diharapkan Korsel dan Jepang dapat mengurangi aktivitas program nuklir negara tersebut. Sehingga dapat mengurangi ketegangan di kawasan Semenanjung Korea.

Baca juga : KPK Siap Inventarisasi Aset Lahan Sitaan Koruptor Untuk Program Rumah Rakyat

Menanggapi wacana itu, Korut menegaskan bahwa program pembuatan senjata nuklir bukanlah alat tawar menawar perdamaian di kawasan. Korut merespons setelah AS mengatakan akan mengupayakan denuklirisasi penuh Korut di bawah pemerintahan Presiden Trump.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense