Sebelumnya
Kantor berita Korea Utara, KCNA, Minggu (9/2/2025), menegaskan bahwa senjata nuklirnya dirancang untuk keperluan perlindungan kedaulatan.
“Kekuatan nuklir kami bukanlah sesuatu yang dapat diiklankan untuk mendapatkan pengakuan dari siapa pun dan bukan barang tawar-menawar yang dapat ditukar dengan sejumlah uang,” tulis KCNA.
Kekuatan nuklir Korut, lanjut KCNA, digunakan untuk pertempuran konstan guna menyingkirkan segala upaya invasi oleh kekuatan musuh yang melanggar kedaulatan negara dan keselamatan rakyatnya serta mengancam perdamaian regional.
Baca juga : Wamendagri Bima Dorong Kepala Daerah Aktif Awasi Proyek Irigasi
Dalam konferensi pers dengan Presiden Trump, Jumat (7/2/2025), Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba mengatakan, mereka menegaskan perlunya mengatasi program nuklir dan rudal Korut, yang menimbulkan ancaman serius bagi Jepang, AS, dan sekitarnya.
“Jepang dan AS akan bekerja sama mengupayakan denuklirisasi penuh Korea Utara,” ujarnya.
Korea Utara mengecam pernyataan tersebut sebagai hal yang tidak masuk akal.
Baca juga : KPK Bongkar Modus Suap Proyek Di BTP Bandung
Trump menjadi Presiden AS pertama yang menginjakkan kaki di wilayah Korut pada 2019. Sebagai bagian dari negosiasi dengan Pyongyang tentang program rudal balistik dan nuklir terlarangnya, ia bertemu Kim Jong Un di DMZ yang memisahkan Korut dan Korsel.
Korut telah melakukan uji coba rudal dan nuklir, termasuk apa yang diklaimnya sebagai peluncuran rudal balistik antar benua berbahan bakar padat pada 2023.
Baca juga : KPK Siap Inventarisasi Aset Lahan Sitaan Koruptor Untuk Program Rumah Rakyat
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.