BREAKING NEWS
 

Puluhan Warga Tewas Kena Rudal

Indonesia Serukan India-Pakistan Berdamai

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Jumat, 9 Mei 2025 08:10 WIB
Pasukan militer India berjaga di wilayah konflik di Kashmir pasca meningkatnya ketegangan antara India dengan Pakistan. (Foto: reuters)

 Sebelumnya 
“Indonesia mendorong kedua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan krisis,” tulis pernyataan resmi Kemenlu RI.

Terkait serangan rudal yang terjadi, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di New Delhi dan Islamabad memastikan tak ada WNI yang jadi korban. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu RI Judha Nugraha mencatat terdapat 74 WNI di Kashmir Pakistan dan 11 WNI tinggal di Kashmir India, 2 di antaranya anak-anak.

Sedangkan Kuasa Usaha Kedutaan Besar Pakistan di Indonesia Roshan Lal berharap Indonesia turut terlibat menengahi konflik. Dikatakan, Indonesia punya hubungan baik dengan dua negara yang sedang konflik ini.

“Sebagai negara bersahabat dan bertanggung jawab, Indonesia jelas dapat memainkan peran. Kami meminta semua negara mitra mendesak India tidak mengeskalasi lebih tinggi situasi ini,” kata Lal di Gedung Kedutaan Besar Pakistan untuk Indonesia di Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Baca juga : Mustolih Siradj: Sistem Pembiayaan Haji Harus Direformasi Dulu

Kedutaan Besar India di Jakarta berdalih, serangan fokus ke kamp teroris. Tak ada sasaran sipil, ekonomi, maupun militer Pakistan yang diserang. Serangan juga terukur dan bertanggung jawab, dan dirancang tak memicu eskalasi.

“India memiliki petunjuk yang kredibel, data teknis, kesaksian para penyintas, serta bukti lain yang menunjukkan keterlibatan jelas teroris yang berbasis di Pakistan dalam serangan ini,” begitu siaran pers Kedubes India, Kamis (8/5/2025).

Jika konflik berkepanjangan, dunia dan Indonesia khususnya, bisa kena getahnya. Kondisi bakal makin runyam di tengah perang Rusia-Ukraina dan agresi Israel di Palestina yang tak kunjung usai.

Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira menyatakan, jika konflik meluas, India dan Pakistan akan fokus pengeluaran sektor militer. Artinya, perdagangan negara dunia, termasuk Indonesia, dengan India dan Pakistan, terhambat.

Baca juga : Dahnil Anzar Simanjuntak: Permintaan Presiden Sangat Rasional Kok

“Ini signifikan buat Indonesia dan berpotensi membuat kontraksi ekonomi dan penurunan permintaan itu. Konflik ini juga akan menghambat upaya Indonesia dalam diversifikasi ekspor ke kawasan Asia Selatan,” ujarnya.

Namun, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan ketegangan India-Pakistan sejauh ini belum membuat ekspor ke kawasan Asia Selatan terganggu. Di sisi lain, impor dari kedua negara ke Indonesia relatif kecil. Jadi neraca perdagangan tetap menguntungkan.

“Sementara sih oke saja. Nggak ada masalah, kita surplus semua ekspornya. Ke India dan Pakistan kita surplus. Ekspor kita kan naik. 6,69 persen sampai Maret berdasarkan data kinerja ekspor Indonesia Q1-2025,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan mengkaji dampak konflik ini atas ekspor CPO dan batu bara.

Baca juga : Indonesia Dan Jepang Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi

“Sampai hari ini belum ada pengaruh apa-apa terutama di sektor energi. Mudah-mudahan tidak terjadi dampak negatif. Saya lagi mendesain dan kita akan melakukan kajian,” kata Bahlil saat diskusi arah kebijakan geostrategis dan geopolitik RI di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Kamis (8/5/2025). [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense