Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Presiden Ingin Tekan Biaya Haji, ONH Bisakah Lebih Murah Lagi?
Mustolih Siradj: Sistem Pembiayaan Haji Harus Direformasi Dulu
Jumat, 9 Mei 2025 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto berambisi menekan biaya haji semurah mungkin. Meski biaya haji tahun 2025 telah diturunkan hingga Rp 4 juta, Prabowo masih belum puas dan meminta biaya haji bisa lebih murah dari Malaysia.
Prabowo mendorong Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dan Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji Muhammad Yusuf Irfan untuk menyelesaikan masalah ini. “Sekarang, Alhamdulillah kita bisa turunkan Rp 4 juta, tapi saya belum puas. Saya minta dikurangi lagi, kalau bisa lebih murah dari Malaysia,” ujarnya saat meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (4/5/2025).
Adapun, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1446 H/2025 untuk setiap jemaah haji reguler rata-rata sebesar Rp 89.410.258,79 dengan asumsi kurs Rp 16.000 per dolar Amerika (US). Sementara biaya haji di Malaysia pada 2025 untuk kategori paling murah yakni RM15.000 atau setara dengan Rp 60 juta jika mengacu pada kurs Rp 4.000 per ringgit.
Prabowo mengatakan, Pemerintah terus berupaya menekan biaya haji melalui berbagai cara. Termasuk efisiensi di sektor transportasi dan kerja sama dengan Pemerintah Arab Saudi. “Kami berjuang dengan semua pihak,” tegas Prabowo.
Baca juga : Dahnil Anzar Simanjuntak: Permintaan Presiden Sangat Rasional Kok
Prabowo mengatakan, Pemerintah akan meminta maskapai Garuda Indonesia melakukan efisiensi terhadap hal-hal yang tidak diperlukan. Termasuk pemerintahannya juga akan kembali melakukan diskusi kepada pemerintahan Arab Saudi terkait dengan memangkas biaya haji tersebut.
“Kami akan berangkat ke Arab Saudi, kami sudah minta waktu dengan pemimpin Arab Saudi. Kami juga mau bangun perkampungan Indonesia. Dan nanti penerbangan juga dibikin efisien. Di mana bisa kurangi biaya akan dilakukan,” ucapnya.
Di sisi lain, Prabowo juga menyampaikan kesannya terhadap hasil peninjauan fasilitas haji terbaru. Dia menilai layanan yang kini diberikan jauh lebih manusiawi dibandingkan sebelumnya.
Merespon permintaan Prabowo, Menag Nasaruddin Umar memastikan bahwa Pemerintah tengah mengkaji berbagai cara untuk kembali menurunkan biaya perjalanan ibadah haji di masa mendatang. "Ya, permintaan Bapak Presiden itu minta supaya nanti akan datang biaya jemaah haji itu lebih diturunkan lagi, dan itu (biaya saat ini) terlalu besar karena banyak faktor yang membuat kita itu mahal," ujar Nasaruddin.
Baca juga : Indonesia Dan Jepang Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi
Salah satu penyebab tingginya biaya haji, menurutnya, adalah lamanya masa tinggal jemaah Indonesia di Arab Saudi. Dia memaparkan bahwa biaya per hari di Arab Saudi sangat besar.
Ia optimistis, jika Indonesia memiliki alternatif skema logistik dan jadwal penerbangan yang lebih baik di masa depan, maka penghematan lebih besar bisa dicapai.
Wakil Kepala BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, pihaknya sedang merancang sejumlah strategi untuk menurunkan ongkos haji pada penyelenggaraan ibadah haji di masa-masa mendatang. "Presiden selalu meminta agar biaya haji diturunkan dan itu perintah yang rasional. Beliau ingin agar pengelolaan haji bersih dari korupsi, bebas dari kartel, dan sebagainya," ujarnya.
Salah satu solusi yang kini sedang digodok adalah kerja sama dengan Kementerian Pariwisata Arab Saudi agar masyarakat Saudi dapat berwisata ke Indonesia menggunakan pesawat yang sama, dengan penawaran tiket diskon saat musim haji.
Baca juga : Bahlil: Kita Tak Menyerah Dengan Kebijakan Hilirisasi
Sementara itu, Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj mengatakan, Indonesia sudah saatnya mereformasi total sistem pembiayaan haji. Menurutnya, sistem sekarang tidak adil dan bahkan berpotensi menjadi bom waktu bagi keberlanjutan dana jamaah. Berikut hasil wawancara.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya