RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta Israel dan Iran segera menghentikan aksi saling serang. Zelensky tak mau konflik antara Tel Aviv dengan Teheran berujung dengan berkurangnya perhatian dunia kepada negaranya.
Sejak serangan rudal Israel ke fasilitas nuklir milik Iran pada Jumat (13/6/2025), seluruh mata di dunia fokus ke wilayah Timur Tengah (Timteng). Zelensky mengatakan, pergeseran perhatian dunia dapat membuat menipisnya bantuan untuk pasukan Ukraina. Pasalnya, Kiev tengah memasuki tahun ketiga melawan pasukan Rusia.
Baca juga : Zelensky Tetap Presiden Selama Perang Sama Rusia
“Kami harap bantuan militer untuk Ukraina tidak berkurang gara-gara konflik baru ini,” harap Zelensky dikutip Reuters, Minggu (15/6/2025).
Menurutnya, terakhir kali Israel dan Iran terlibat konflik pada Oktober 2024, bantuan militer dari Amerika Serikat (AS) untuk Ukraina langsung berhenti. Nah, belakangan ini bantuan militer untuk Ukraina dari negara-negara Eropa juga sudah berkurang drastis.
Baca juga : Trump Tuding Zelensky Diktator, Eropa Meradang
“Jika AS berhenti membantu Ukraina, Eropa akan ragu mengirimkan bantuan militer,” ungkap Zelensky.
Kembalinya Donald Trump sebagai Presiden AS telah membatalkan sejumlah pemberian bantuan kepada Kiev. Hal ini membuat Eropa mengekor.
Baca juga : Uni Eropa Semakin Relevan Jalin Ikatan Dengan ASEAN
Pasalnya, banyak negara Eropa tengah mengalami masalah keuangan pasca perang Ukraina-Rusia. Mereka terpaksa mencari sumber energi alternatif yang jauh lebih mahal akibat perang tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.