Sebelumnya
“Kedua negara akan saling mendukung demi pembangunan dan kebangkitan masing-masing, serta menghadapi tantangan dari dunia yang penuh gejolak,” begitu pernyataan dari Kemlu Rusia.
Selain isu Ukraina, pertemuan Lavrov dan Wang Yi juga membahas ketegangan di Semenanjung Korea dan program nuklir Iran.
Baca juga : Trump: AS Akan Kirim Bantuan Senjata Ke Ukraina Lewat NATO, Yang Bayar NATO
Rusia dan China telah memperkuat hubungan sejak mereka menyatakan kemitraan ‘tanpa batas’ pada Februari 2022. Hanya beberapa hari sebelum invasi Rusia ke Ukraina.
Putin bahkan menyebut China sebagai sekutunya, walaupun Negeri Beruang Merah berada di tengah tekanan internasional.
Baca juga : Trump Frustrasi Sama Putin
Sedangkan AS menganggap China sebagai pesaing strategis terbesar dan Rusia sebagai ancaman utama dari negara-negara berdaulat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.