Sebelumnya
Ledakan menghancurkan jendela, kaca berhamburan melukai anak-anak. Seorang guru berlari panik sambil menggendong murid yang bersimbah darah.
Kakaknya muncul di tengah kekacauan. Tante mereka menyusul, membawa kedua bocah pulang. Mereka selamat secara fisik, tapi tidak secara batin. Rumah, sekolah, tetangga, semua telah hancur.
Ibunya yang saat itu berusia 32 tahun, selamat dari serangan bom atom di Hiroshima. Namun, akibat paparan radiasi, di usia 50 tahun, berbagai jenis kanker mulai menggerogoti tubuh ibunya. Setelah bertahun-tahun berjuang, ibunda tercinta menghembuskan napas terakhirnya di usia 61 tahun.
Walaupun hidupnya sangat menderita akibat ledakan bom atom, namun dia tetap memaafkan AS. Karena baginya, memendam rasa dendam tidak memberikan manfaat.
Baca juga : Rio Priambodo: Tindak Tegas Pelaku Pengoplos Beras
"Saya pernah marah dengan tentara Amerika. Tetapi saat kelas menengah, banyak guru Amerika yang mengajar di kelas. Dan mereka sangat baik," ujarnya.
Beberapa dari jurnalis berkaca-kaca mendengar kisah Katsuko Kuwamoto. Bahkan penerjemah kami beberapa kali berhenti menahan napas dan tangis. Tapi, nenek 89 tahun itu tampak tenang dan tegar.
Katsuko Kuwamoto mengatakan, dia adalah satu-satunya penyintas bom atom Hiroshima yang masih hidup di asosiasi Hiroshima Peace Hall. Dia juga masih sehat. Bahkan masih bisa beraktivitas seperti naik bus.
"Rahasia sehat saya, tidur yang cukup, bangun pagi dan berjalan-jalan dengan anjing saya. Tidak ada obat khusus," katanya.
Baca juga : Daniel Johan: Umumkan Merknya, Agar Nggak Gaduh
"Saya tahu saat ini masih ada perang di Gaza, Timur Tengah, dan Ukraina. Saya berharap, semua segera berakhir. Saya lihat banyak perempuan dan anak-anak mengungsi. Semoga mereka dapat perlindungan dan air bersih," harapnya.
Kota Hiroshima mulai pulih sepuluh tahun setelah bom dijatuhkan. Penduduknya kini mencapai sekitar 1,18 juta orang. Pemerintah Jepang merawat situs-situs bersejarah dengan ketat. Termasuk Genbaku Dome atau A-Bomb Dome, satu-satunya bangunan yang masih berdiri di sekitar titik ledakan. Bangunan ini dilestarikan sebagai Situs Warisan Dunia Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sejak 1996.
Ada juga Hiroshima Peace Memorial Park, yang dibangun sejak 1954 di pusat kota yang hancur. Ini adalah taman dengan beberapa monumen: Cenotaph, Peace Flame, Museum Perdamaian, dan Hall Perdamaian Nasional.
Saya dan jurnalis lainnya juga mengunjungi Hiroshima Peace Memorial Museum, tempat yang menawarkan dokumentasi visual foto korban, pakaian, jam tangan, sepatu anak-anak, barang pribadi, hingga diorama sebelum dan sesudah ledakan. Pesan museum jelas: anti-nuklir dan perdamaian dunia.
Baca juga : Skema Magang Ke Luar Negeri Bakal Ditata Ulang
Kami juga membunyikan Peace Bell, melipat origami bangau di Orizuru Square, lalu melemparkannya ke dalam Orizuru Wall, dinding kaca penuh harapan yang telah dihiasi ribuan origami dari pengunjung sebelumnya.
Kunjungan ditutup di Hiroshima Castle, kastil bersejarah dari abad ke-16 yang sempat hancur akibat bom dan dibangun ulang pada 1958. Kini sedang direnovasi agar menyerupai bentuk aslinya sebelum tragedi. (Bersambung)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.