BREAKING NEWS
 

Imbas Government Shutdown, Patung Liberty Di New York Terancam Ditutup

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 2 Oktober 2025 11:08 WIB
Gubernur New York Kathy Hochul dalam konferensi pers di depan Patung Liberty, Rabu (1/10/2025). (Foto: YouTube Gov. NY)

RM.id  Rakyat Merdeka - Negara bagian Amerika Serikat (AS) New York memastikan tidak akan membayar biaya operasional Patung Liberty dalam episode government shutdown kali ini. 

Demikian keterangan Juru Bicara Kantor Gubernur New York Kathy Hochul, seperti dikutip CNN International, Kamis (2/10/2025).

Asal tahu saja, dalam government shutdown tahun 2018, Patung Liberty sempat ditutup. Ribuan wisatawan teralihkan, hingga akhirnya dibuka kembali dengan dana negara.

“Kali ini, obor monumen yang merupakan suar bagi orang Amerika, bisa benar-benar menjadi gelap," cetus pernyataan tersebut.

Baca juga : Jaga Stok Di Dalam Negeri, Ekspor Beras Masih Ditutup

Dalam konferensi pers di depan Patung Liberty, Hochul memastikan pihaknya tidak akan membiarkan Donald Trump dan Partai Republik memadamkan nilai-nilai yang dilambangkan Patung Liberty.

 “Jika apinya menjadi gelap di sini, di New York, kita tahu apa yang harus kita lakukan. Kami akan mengambil obor itu. Kami akan memegangnya tinggi-tinggi, memastikannya bersinar terang sebagai simbol belas kasih dan keadilan, serta kesempatan yang selalu diwakili oleh simbol luar biasa ini,” tegas Hochul.

Menurutnya, lebih dari 100 ribu pekerja federal di negara bagian New York sudah mengambil cuti atau akan diliburkan sementara. Termasuk, puluhan orang yang bekerja di Patung Liberty. Sampai saat ini, belum ada kepastian kapan Patung Liberty akan ditutup. 

Adsense

Rencana kontinjensi yang dirilis Departemen Dalam Negeri AS pada Kamis (2/10/2025) menjelaskan, jalan taman, jalan setapak, dan monumen peringatan terbuka dapat tetap diakses. Namun, area dengan sumber daya sensitif berpotensi ditutup, jika tidak ada petugas yang cukup untuk menjaga.

Baca juga : Wapres Gibran Bagi-Bagi Paket Lebaran Di Depok Dan Jakarta

Hochul menilai shutdown ini sebagai  pilihan dan keputusan yang disengaja oleh Donald Trump dan Partai Republik untuk mengabaikan orang-orang yang mereka wakili di Washington, dan mereka sendiri yang bertanggung jawab atas hal ini.

"Alih-alih memerintah, mereka mengabaikan tanggung jawab dan kesempatan apa pun di masa negosiasi yang sesungguhnya," papar Hochul dalam konferensi pers yang terpantau melalui kanal YouTube Gubernur New York.

Menurutnya, Trump Cs telah membikin kekacauan melalui jutaan keluarga di seluruh AS, di setiap tempat kerja, dan juga di komunitas. 

"Saya tidak mengada-ada. Donald Trump mengakuinya kemarin. Dia bangga, selama shutdown, pemerintahannya bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa diubah. Seperti mengurangi jumlah pegawai federal, memangkas program, dan mencabut tunjangan," beber Hochul.

Baca juga : Dorong Green Economy, CT Corp Pasang PLTS Atap di 3 Lokasi Trans Studio Mall

"Itu bukan saya yang bilang, itu Donald Trump. Itu bukan kepemimpinan. Itu kekejaman," tandasnya.

Mengutip siaran pers Gedung Putih, government shutdown terjadi ketika Kongres gagal meloloskan RUU alokasi atau melanjutkan resolusi untuk mendanai kegiatan operasional pemerintah federal pada batas waktu tahun fiskal (1 Oktober) atau ketika pendanaan saat ini berakhir.

Analisis efektivitas biaya (CEA) menunjukkan, government shutdown di AS dapat memiliki efek ekonomi secara luas yang menurunkan prospek Amerika melalui pertumbuhan yang lebih rendah, pengangguran yang lebih tinggi, masalah pada jaminan sosial, perjalanan udara, dan dukungan nutrisi untuk ibu hamil dan menyusui.  Efek-efek ini akan meningkat seiring lamanya government shutdown.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense