RM.id Rakyat Merdeka - Raja Inggris Charles III resmi menghapus nama adiknya, Pangeran Andrew, dari daftar keluarga kerajaan Inggris. Semua gelar dan harta kerajaan yang dimiliki Andrew juga ditarik pihak Kerajaan.
Kini, pria kelahiran 65 tahun lalu ini akan dipanggil dengan Andrew Mountbatten Windsor. Tanpa embel-embel gelar kehormatan apapun.
Langkah tegas Raja Charles III ini menandai titik nadir dalam kehidupan Andrew, yang secara efektif diturunkan statusnya menjadi warga sipil biasa. Dia juga diperintahkan untuk segera pindah dari Kastil Windsor ke akomodasi pribadi.
Baca juga : Prabowo Ingin RI Belajar Dari Singapura
Langkah drastis sang abang adalah buntut panjang dari skandal seks yang menjerat Pangeran Andrew.
Skandal ini terkait dengan jaringan kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Bom waktu ini akhirnya meledak dengan terbitnya memoar Virginia Giuffre, salah satu korban perdagangan seks Epstein.
Meskipun Andrew terus membantah semua tuduhan, Istana Buckingham secara jelas memilih pihak mana yang akan dibela.
Baca juga : 4 Menteri Kabinet Merah Putih Ini Lulusan SMA Taruna Nusantara, AHY Termasuk
Dengan langkah ini, Raja Charles III tidak hanya membersihkan noda dari institusi kerajaan, tetapi juga mengirim pesan tegas: di era barunya, reputasi kerajaan tidak lagi bisa dikorbankan untuk melindungi seorang anggota keluarga yang bermasalah.
Meski Andrew dicopot semua gelar kerajaannya, kedua putrinya, Eugenie dan Beatrice tidak ikut kena getah perbuatan ayah mereka.
Dikutip dari Telegraph, Jumat (31/10/2025), Eugenie dan Beatrice tetap memegang gelar HRH (her royal highnes) atau Yang Mulia.
Baca juga : Habiskan Rp 700 T, Anies: Tentara Belum Punya Rumah, Gagal Halau Serangan Siber
Putri Eugenie dan suaminya, Jack Brooksbank, menghabiskan sebagian besar kegiatan mereka di Portugal. Akomodasi mereka di Istana Kensington, London, tidak akan disita.
Sementara itu, Putri Beatrice memiliki rumah bersama suaminya, Edoardo Mapelli Mozzi, di Cotswolds di pedesaan Inggris. Mereka juga tinggal di beberapa rumah yang didanai negara di Istana St. James, London.
"Para putri tidak akan diminta meninggalkan rumah mereka. Mereka juga tetap bergelar Yang Mulia," keterangan pihak Kerajaan Inggris, Jumat (31/10/2025).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.