BREAKING NEWS
 

Trump Tangkap Maduro, AS Pimpin Venezuela & Ambil Alih Minyak

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 4 Januari 2026 07:35 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Menlu Marco Rubio dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida, Sabtu (3/1/2026). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Donald Trump memastikan, Amerika Serikat (AS) akan memimpin Venezuela hingga negara tersebut berada dalam proses transisi yang aman, tepat, dan bijaksana pasca penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, Sabtu (3/1/2026).

Hal ini disampaikan Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida. “Kami menginginkan perdamaian, kebebasan, dan keadilan bagi rakyat Venezuela yang hebat. Termasuk, warga Venezuela yang saat ini tinggal di Amerika Serikat dan ingin kembali ke negaranya,” kata Trump, Sabtu (3/1/2025) siang waktu setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Trump juga menyoroti kegagalan bisnis minyak Venezuela yang telah berlangsung lama. Venezuela dinilai tidak mampu memproduksi minyak, padahal punya kapasitas.

“Kami akan mengirim perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat — yang terbesar di dunia — untuk masuk dan menginvestasikan
miliaran dolar, serta memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, khususnya infrastruktur minyak untuk menghasilkan uang bagi negara tersebut,” beber Trump.

Baca juga : Rusia Minta AS Klarifikasi Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Presiden ke-45 dan 47 AS itu juga menekankan kesiapannya untuk melakukan serangan jilid dua yang lebih besar, jika memang diperlukan.

“Tapi sepertinya tidak perlu, karena serangan pertama kami telah berlangsung dengan sangat sukses,” ujarnya.

Adsense

Dalam konferensi pers yang juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Trump memuji kekuatan militer AS - baik darat, laut, maupun utara - saat membombardir Venezuela. Sekaligus menangkap Presiden Maduro dan istri. 

Trump menyebutnya sebagai serangan terhebat AS sejak Perang Dunia II. “Ini adalah satu hal yang paling menakjubkan, efektif, serta menunjukkan kekuatan dan kompetensi militer Amerika dalam sejarah kami," paparnya.

Dakwaan Narkoba & Senjata Api 

Baca juga : PM Starmer: Inggris Tak Ikut Campur Soal Penangkapan Presiden Venezuela & Istri

Maduro dilaporkan telah turun dari pesawat, setelah tiba di Pangkalan Garda Nasional Udara Stewart di Kota New York. Mengutip afiliasi CNN International, WCBS, pemimpin Venezuela itu mengenakan pakaian abu-abu, dengan tangan diborgol. Dia dikawal oleh lebih dari selusin agen federal yang mengenakan pakaian hitam.

Istrinya, Flores menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut di sebuah hanggar.

Dalam operasi besar-besaran oleh militer AS di Caracas, Maduro dan Flores diseret keluar dari kamar tidur mereka sebelum diangkut naik pesawat.

Maduro diperkirakan akan diangkut dengan helikopter ke Kota New York, sebelum dibawa ke Pusat Detensi Metropolitan, yang telah menjadi tempat penahanan beberapa tokoh kunci dalam kasus-kasus federal terkenal seperti Sean “Diddy” Combs dan Sam Bankman-Fried.

Baca juga : Momen Haru Kapolda Sumbar Saat Pimpin Salat Jenazah di Masjid Raya

Maduro dijadwalkan menghadapi dakwaan narkoba dan senjata api di Pengadilan Federal Manhattan minggu depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense