BREAKING NEWS
 

Meski Ungkit Jasa AS Kepada Denmark Di WEF

Soal Caplok Greenland, Sikap Trump Melunak

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 23 Januari 2026 04:03 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pidato di Forum Ekonomi Dunia, Davos, Swiss, Rabu (21/1/2026). (Foto Tangkapan Layar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melunak usai melakukan pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte terkait Greenland.

Trump menarik ancaman tarif dan opsi milter demi mendapatkan tanah di Arktik itu. Namun dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF), Davos, Swiss, Rabu (21/1/2026), Trump mengungkit jasa AS dan lemahnya Denmark dalam melindungi wilayahnya.

Trump tiba di Davos dengan helikopter pada Rabu. Suasana forum terasa tegang setelah beberapa pekan terakhir dia agresif menunjukkan keinginan untuk menguasai Pulau Arktik yang merupakan bagian dari Denmark.

“Amerika Serikat mencari negosiasi segera untuk mengakuisisi Greenland, tempat Washington berencana membangun Golden Dome guna melindunginya dari potensi musuh,” kata Trump dalam pidatonya, dilansir Euronews.

“Saya sangat menghormati rakyat Greenland dan rakyat Denmark,” ujar Trump, yang menyebut Greenland sebagai hamparan es besar yang indah.

Sistem pertahanan rudal berlapis yang diusulkannya, Golden Dome, akan melindungi Amerika Serikat dari rudal balistik antarbenua (ICBM) Rusia dan China, serta senjata lainnya, yang menurut Trump bisa mengacaukan segalanya.

“Tidak ada negara atau kelompok negara yang lebih siap untuk melindungi Greenland dibandingkan Amerika Serikat,” klaim penguasa Gedung Putih itu.

Dia mengatakan, bukti dapat dilihat pada Perang Dunia II, ketika Denmark jatuh ke tangan Jerman hanya dalam enam jam pertempuran.

“Amerika Serikat saat itu terpaksa mengirim pasukan untuk mempertahankan wilayah Greenland, dengan biaya dan pengorbanan yang besar. Namun, AS mengembalikan kendali pulau itu kepada Denmark,” kisahnya.

Baca juga : Trump Menggila

“Betapa bodohnya kami. Kami mengembalikannya. Tapi betapa tidak tahu berterima kasihnya mereka sekarang,” ucap Trump.

AS memiliki lebih dari 100 personel yang ditempatkan secara permanen di Greenland dan dapat mengerahkan pasukan tambahan berdasarkan Perjanjian Pertahanan AS–Denmark tahun 1951—yang telah diperbarui—serta kerangka keamanan kolektif NATO.

Trump menegaskan bahwa keinginan Washington untuk membeli Greenland bukanlah ancaman bagi NATO. Pebisnis real estate itu melontarkan kritik bahwa AS memberi begitu banyak dan mendapatkan sangat sedikit sebagai balasan.

“Apa yang kami dapatkan dari NATO, tidak ada. Setelah mendanai 100 persen aliansi tersebut. Yang kami minta sebagai balasan adalah sebuah tempat bernama Greenland,” tegasnya.

Trump juga menegaskan, AS tidak akan mengambil wilayah itu dengan kekuatan militer.

“Kami mungkin tidak akan mendapatkan apa pun kecuali saya memutuskan menggunakan kekuatan dan tekanan berlebihan, yang sejujurnya akan membuat kami tak terhentikan,” celotehnya.

“Tapi saya tidak akan melakukan itu. Sekarang semua orang berkata, oh, bagus,” imbuhnya.

Adsense

Mengawali pidatonya di Forum Ekonomi Dunia, Trump mengatakan bahwa dia senang kembali ke kota resor Pegunungan Alpen Swiss tersebut.

Dia juga memuji keberhasilan pemerintahannya dalam bagian awal pidato yang berfokus pada ekonomi. “Ekonomi sedang booming,” katanya.

Baca juga : Solidaritas Negara Di Benua Biru Menguat

Trump lalu menyoroti Eropa karena tidak menuju ke arah yang benar. “Saya tidak ingin menghina siapa pun. Saya berasal dari Eropa, Skotlandia dan Jerman, 100 persen. Kami sangat percaya pada ikatan dengan Eropa. Saya ingin melihat mereka berjaya,” katanya.

Trump tiba di Davos dengan helikopter setelah keberangkatannya dari Washington sempat tertunda akibat masalah kelistrikan kecil pada Air Force One.

Helikopter Marine One yang ditumpanginya mendarat setelah penerbangan sekitar 40 menit menuju kota resor ski di Pegunungan Alpen.

Saat helikopter turun, iring-iringan presiden melintasi sebuah pesan yang ditulis di salju di lereng bukit terdekat, berbunyi “Stop wars now”. Malam sebelumnya, salah satu gunung di Davos diterangi tulisan: “No kings”.

Sebelum pidato Trump, pejabat Forum Ekonomi Dunia mengundang peserta untuk melihat pidato tersebut melalui layar di ruang-ruang tambahan, bukan di Congress Hall. Namun, hal itu tampaknya tidak banyak berpengaruh.

Ratusan orang tetap berusaha mendapatkan kursi di dalam aula yang biasanya menampung hingga 1.400 orang. Antrean sudah terbentuk jauh sebelum kedatangan Trump, yang awalnya dikabarkan tertunda beberapa jam. Media ditempatkan di bagian belakang lokasi.

Trump tiba-tiba berubah sikap soal Greenland dan membatalkan ancaman tarif kepada negara-negara di Eropa, usai bertemu dengan Sekjen NATO Mark Rutte. Dia menegaskan, Negeri Paman Sam tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk merebut wilayah itu.

Sebelumnya, Trump cukup agresif memaksa mengambil alih Greenland yang membuat hubungan AS dan Eropa menjadi panas. Bahkan, dia mengancam negara-negara Eropa bakal dikenai tarif dagang kalau menolak rencananya. Ada 8 negara Eropa yang diancam tarif 10 persen oleh AS, yakni Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris Raya, Belanda dan Finlandia.

“Jika terwujud, akan menjadi solusi yang sangat baik bagi Amerika Serikat dan semua negara NATO,” kata Trump dalam unggahan di Truth Social setelah bertemu Rutte.

Baca juga : Mendagri Minta Para Kepala Daerah Kembali Mengaktifkan Siskamling

Dalam wawancara dengan Fox News pada Rabu (21/1/2026), Rutte memberikan sedikit rincian tentang kerangka kerja tersebut.

Dia menyampaikan, bahwa pembahasan berfokus pada bagaimana melindungi Greenland dan seluruh kawasan Arktik. Namun, dia tidak secara eksplisit membahas soal kepemilikan atau kedaulatan pulau tersebut.

“Kami pada dasarnya membahas bagaimana dapat menerapkan visi presiden untuk melindungi. Tetapi bukan hanya Greenland, melainkan seluruh Arktik,” kata Rutte terkait pertemuan dengan Trump.

Juru bicara NATO Allison Hart mengatakan, pertemuan Trump dan Rutte produktif. Kerangka kerja yang dibahas akan berfokus pada upaya kolektif para sekutu untuk menjaga keamanan Arktik

“Negosiasi antara Denmark, Greenland dan Amerika Serikat akan berlanjut dengan tujuan memastikan Rusia dan China tidak pernah mendapatkan pijakan secara ekonomi maupun militer di Greenland,” kata Hart.

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense