Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
78 Persen Warga Denmark Tolak Rencana Trump Caplok Greenland, AS Disebut Ancaman
Sabtu, 1 Februari 2025 06:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Lebih dari separuh warga Denmark kini melihat AS sebagai ancaman signifikan bagi negara mereka. Mayoritas warga Denmark menolak rencana AS untuk mencaplok Greenland, sebagaimana digaungkan Presiden AS Donald Trump.
Demikian hasil jajak pendapat YouGov yang dibagikan secara eksklusif dengan The Guardian, Jumat (31/1/2025).
Dalam jajak pendapat yang dilakukan pada 15-22 Januari 2025 dengan melibatkan 1.000 warga Denmark, sebanyak 46 persen responden menganggap AS sebagai ancaman yang sangat besar atau cukup besar bagi Denmark.
Baca juga : Soal Rencana Pertemuan Trump-Putin, Pihak AS Disebut Belum Kontak Rusia
Persentase ini melampaui kekhawatiran atas Korea Utara (44 persen) dan Iran (40 persen). Namun, tetap jauh lebih rendah dibanding persepsi terhadap Rusia, yang diidentifikasi oleh 86 persen responden sebagai ancaman.
Sebanyak 78 persen warga Denmark menolak menjual Greenland ke AS, meskipun 72 persen percaya keputusan tersebut harus berada di tangan Greenland, ketimbang Denmark.
Greenland, wilayah yang berada di bawah kedaulatan Denmark sejak tahun 1953, menarik minat Trump karena lokasinya yang strategis dan memiliki sumber daya mineral yang melimpah.
Baca juga : Tak Tahu ASEAN, Calon Menhan Trump Panen Kecaman
Trump sebelumnya menggambarkan kepemilikan Greenland sebagai kebutuhan mutlak bagi keamanan ekonomi AS. Dia menyamakan akuisisi tersebut dengan transaksi real estate besar.
Terkait hal ini, Anggota Parlemen Konservatif Denmark Rasmus Jarlov mengatakan, Denmark secara historis telah menjadi salah satu negara paling pro-Amerika di dunia, yang juga salah satu sekutu terlama AS.
"Namun tampaknya, klaim tanah ilegal yang paling tidak dapat dibenarkan di dunia, telah merusak hubungan secara signifikan. Siapa yang bisa menduga," tulis Jarlov di akun media sosial X, merujuk pada pernyataan Presiden Trump yang menyebut AS membutuhkan.
Baca juga : AS Keras Kepala, Kembali Gunakan Hak Veto Tolak Gencatan Senjata Di Gaza
Pekan lalu, Financial Times melaporkan, Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen dan Trump terlibat dalam pembicaraan telepon yang menegangkan selama 45 menit. Khusus membahas masalah tersebut. Sehingga, para pejabat di Kopenhagen kebat-kebit.
Untuk diketahui, Trump pertama kali melontarkan gagasan untuk mengakuisisi Greenland di masa jabatan pertamanya (2017-2021). Namun, gagasan tersebut langsung ditolak Denmark.
Tetapi, kembalinya Trump ke Gedung Putih menghidupkan kembali kekhawatiran adanya dorongan yang lebih agresif, untuk mengamankan kendali atas negara kepulauan tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya