BREAKING NEWS
 

Israel Serang Lebanon, Pengamat: Ancaman Serius Bagi Perdamaian

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Minggu, 12 April 2026 09:31 WIB
Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati. (Foto: dok pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Serangan udara besar-besaran kembali dilancarkan Israel ke wilayah Lebanon yang menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 lainnya hingga 9 April 2026. Eskalasi ini terjadi di tengah upaya negosiasi gencatan senjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati menilai, serangan tersebut menjadi beban berat bagi proses perdamaian yang tengah diupayakan di Islamabad, Pakistan.

Baca juga : Iran Cari Jaminan Keseriusan AS Dalam Pencairan Aset Beku

“Serangan ini jelas memperumit perundingan perdamaian. Upaya gencatan senjata yang sedang berlangsung menjadi terancam gagal akibat eskalasi militer yang terus berlanjut,” kata Susaningtyas dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Adsense

Ia juga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan PBB untuk mengambil sikap tegas terhadap Israel. “PBB dan Dewan Keamanan harus menetapkan Israel sebagai pelaku kejahatan perang karena tidak mematuhi kesepakatan gencatan senjata,” ujarnya.

Baca juga : ABTI Gaspol Usai Lebaran, Siapkan Atlet Hadapi Agenda Padat 2026

Sementara itu, militer Israel atau Israel Defense Forces menyatakan bahwa serangan tersebut menyasar posisi-posisi kelompok Hizbullah di Lebanon. Pada Jumat (10/4), serangan di kawasan Nabatieh dilaporkan menewaskan 13 petugas keamanan Lebanon serta merusak sejumlah gedung pemerintah.

Pemerintah Lebanon telah menetapkan hari berkabung nasional menyusul tingginya jumlah korban jiwa. Komunitas internasional pun mengecam keras serangan tersebut karena dinilai berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.

Baca juga : Ramon Tanque Tegaskan Semua Laga Persib Adalah Final

Lebih lanjut, Susaningtyas mengimbau pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatik untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap warga negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak.

“KBRI harus segera melakukan pendataan WNI pascaserangan. Evakuasi perlu disiapkan secepatnya, khususnya bagi WNI yang berada di wilayah rawan seperti Nabatieh, Sidon, dan Lebanon Selatan,” kata dia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense