RM.id Rakyat Merdeka - Seorang pria ditangkap setelah diduga memanjat dan merusak pesawat militer Amerika Serikat (AS) di Bandara Shannon, Irlandia, Sabtu (11/4/2026).
Video aksinya beredar di media sosial. Dia terlihat berpakaian gelap berjalan di atas sayap pesawat angkut C-130 Hercules. Sementara, petugas berupaya menangkapnya.
Polisi Irlandia (Gardaí) menyatakan, pria berusia 40-an itu telah memasuki area terbatas tanpa izin. Dia ditangkap sebelum pukul 11.00 waktu setempat.
Baca juga : IRGC Ancam Tindak Tegas Kapal Militer di Selat Hormuz
Dia kini ditahan atas dugaan perusakan, sementara penyelidikan terus berlangsung.
Insiden tersebut memaksa otoritas bandara mengambil langkah darurat. Operasional Bandara Shannon sempat dihentikan selama sekitar 25 menit.
“Bandara menghentikan operasional sekitar pukul 09.50 pagi dan kembali beroperasi pada pukul 10.15 pagi,” ujar juru bicara bandara, sebagaimana dikutip dari Fox News, Minggu (12/4/2026).
Baca juga : Gabung BOP, Pengamat: Indonesia Tak Terkait Aksi Militer AS
Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan keamanan di Bandara Shannon. Dalam beberapa bulan terakhir, bandara ini telah beberapa kali mengalami pelanggaran serupa.
Pada November lalu, sebuah van menerobos masuk ke area terbatas. Beberapa bulan sebelumnya, kendaraan lain menabrak pagar perimeter, memaksa penghentian operasional sementara.
Bahkan, tiga perempuan sempat ditangkap setelah diduga memasuki landasan dan merusak pesawat.
Baca juga : Potong Rumput, Piara Monster
Bandara Shannon selama bertahun-tahun, tempat menjadi titik sensitif karena kerap digunakan oleh militer AS sejak era Perang Irak.
Hingga kini, pihak berwenang belum memastikan apakah aksi terbaru ini berkaitan dengan motif tertentu atau terhubung dengan insiden sebelumnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.