BREAKING NEWS
 

Spanyol Jalani Kebijakan Luar Negeri Independen

Ditekan Trump, Sanchez Pedekate Ke Xi Jinping

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 14 April 2026 06:10 WIB
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez (kiri) bersama Presiden Xi Jinping di Beijing, China, dalam kunjungan pada 2024. Foto: Reuters

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez melakukan kunjungan ke China untuk keempat kalinya dalam empat tahun terakhir, Senin (13/4/2026). Upaya pedekate (pendekatan-red) Sanchez ke China ini, menegaskan sikapnya yang ingin menjalankan kebijakan luar negeri independen, meski memicu ketegangan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Spanyol menjadi salah satu negara Eropa yang paling vokal mendorong perluasan hubungan dagang dengan China. Bahkan memandang Beijing sebagai mitra strategis.

Seperti PM Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang sudah sowan ke Beijing, Eropa kini tidak lagi melihat China sebagai saingan ekonomi dan geopolitik seperti yang dilihat Trump.

Kunjungan berulang ini juga mencerminkan upaya Sanchez menjaga jarak dari kebijakan Trump.

Sebelumnya, Trump mengkritik Spanyol terkait penolakan izin pendaratan bagi pasukan AS dalam konflik dengan Iran, serta rendahnya anggaran pertahanan negara tersebut.

Trump bahkan mengancam akan memberikan sanksi kepada sekutu NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) yang dianggap tidak kooperatif.

Di dalam negeri, langkah Sanchez mendapat dukungan publik. Namun memicu kekhawatiran dari kalangan pengusaha dan oposisi.

Mereka menilai, ketegangan dengan AS bisa berdampak buruk bagi perekonomian Spanyol yang sudah tertekan oleh kebijakan tarif impor AS terhadap Uni Eropa.

Apalagi, AS masih menjadi investor asing terbesar di Spanyol dan mitra dagang utama di sektor-sektor strategis.

Baca juga : Cleantha Islan, Resmi Jadi Mantu Tamara Bleszynski

Ditambah lagi, Sanchez juga dikenal sebagai salah satu pemimpin Eropa yang lantang mengkritik operasi militer AS dan Israel.

Pihak oposisi pun meminta Sanchez menahan diri selama berada di China, demi menjaga hubungan dengan Washington dan stabilitas aliansi NATO.

Sumber Pemerintah Spanyol mengatakan, tujuan utama kunjungan Sanchez ini untuk mengamankan akses pasar yang lebih besar. Khususnya untuk barang-barang pertanian dan industri dan menjajaki usaha di sektor teknologi.

Sanchez juga diharapkan menggunakan kunjungan ini untuk menarik investor baru bagi ekonomi terbesar keempat di zona Uni Eropa. Termasuk untuk mendapatkan akses ke bahan baku penting China.

Dalam kunjungan tiga hari ini, Sanchez mampir ke kantor pusat raksasa teknologi China, Xiaomi dan mengunjungi pameran teknologi di Chinese Academy of Sciences (Akademi Ilmu Pengetahuan China), Beijing.

Sanchez baru akan bertemu pejabat tinggi China, termasuk Presiden Xi Jinping dan PM Li Qiang, Selasa (14/4/2026).

"Kini Spanyol memandang China sebagai kekuatan stabil di tengah situasi global yang sedang kacau," ujar sumber itu dikutip dari Reuters, Senin (13/4/2026).

Adsense

Koordinator Asia-Pasifik dari Klub Eksportir dan Investor Spanyol Ramon Gascon Alonso mengatakan, fokus Sanchez berpotensi merugikan perdagangan Spanyol.

"Kita tidak bisa menampik bahwa Amerika Serikat adalah investor utama di Spanyol," ujar Alonso.

Baca juga : Berunding 21 Jam, AS-Iran Gagal Islah

Spanyol, sambungnya, memiliki volume perdagangan yang signifikan dengan AS di sektor-sektor yang sangat penting bagi perekonomian.

Duta Besar (Dubes) China untuk Spanyol Yao Jing mengatakan, hubungan yang hangat telah mendorong perusahaan-perusahaan China untuk berinvestasi di Madrid.

"Spanyol lebih masuk akal dan lebih logis jika bekerja sama dengan China," ucap Dubes Yao.

Dia mengatakan, Spanyol memiliki penilaian mandiri dan mampu menentukan kebijakan sesuai kepentingan dalam negeri.

"Kami siap melakukan bisnis dengan Spanyol," tegasnya.

Pemerintah Spanyol berharap, kunjungan ini dapat membantu menekan defisit perdagangan dengan China yang melonjak hingga hampir 50 miliar dolar AS pada 2025. Madrid juga berupaya meningkatkan ekspor produk pertanian dan manufaktur guna menyeimbangkan tingginya impor dari China.

Tahun lalu, Spanyol dengan populasi sekitar 50 juta orang, mengalami defisit perdagangan sebesar 42,3 miliar euro (Rp 846,4 triliun) dengan China.

Menurut pakar China di Technical University of Madrid Claudio Feijoo, Spanyol memiliki daya tarik khusus bagi investor China. Sebagian karena ekonominya tumbuh dengan salah satu laju tercepat di Eropa dan biaya energi tetap relatif rendah.

“China memandang Spanyol sebagai negara yang relatif ramah, kurang konfrontatif terhadap China dibandingkan negara lain dan kemungkinan lebih independen atas Washington," ungkapnya.

Baca juga : Akan Bertemu untuk ke-4 Kali, Prabowo-Putin Bestie Banget

Spanyol juga dipandang sebagai gerbang ke Eropa, Amerika Latin dan Afrika Utara. Spanyol dapat berfungsi sebagai pusat—tempat berbagai pasar dapat diakses sekaligus.

Feijoo melihat, produk pertanian memiliki potensi terbesar di China.

"China tidak dapat memproduksi semua makanan yang dibutuhkan. Sementara Spanyol adalah produsen utama banyak barang pangan," tuturnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menyebut Spanyol sebagai mitra penting China di Uni Eropa.

"Kunjungan Sanchez menawarkan kesempatan untuk meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi," sebut Mao.

Raja Felipe VI dan Ratu Letizia melakukan kunjungan kenegaraan ke China November lalu. Ini merupakan kunjungan pertama seorang Raja Spanyol dalam 18 tahun terakhir. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 14 April 2026 dengan judul "Spanyol Jalani Kebijakan Luar Negeri Independen, Ditekan Trump, Sanchez Pedekate Ke Xi Jinping"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense