BREAKING NEWS
 

Tenda Pengungsi Dibombardir Israel

PBB: Krisis Kemanusiaan Di Gaza Makin Memburuk

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 15 April 2026 06:10 WIB
Anak-anak berdiri di atas reruntuhan di dekat Universitas Islam Gaza, yang hancur akibat serangan Israel, tempat para pengungsi Palestina mendirikan tenda, pada 12 April 2026. FOTO VIA AL-JAZEERA.

RM.id  Rakyat Merdeka - Tenda-tenda darurat yang menjadi satu-satunya tempat berlindung warga di Gaza, Palestina, tak luput dari sasaran serangan Israel yang tak kunjung berhenti. Kondisi para pengungsi pun semakin memburuk, dibayangi krisis kemanusiaan dan ketidakpastian yang terus menghantui kehidupan sehari-hari.

Sejumlah pakar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali melontarkan kecaman keras terhadap serangan yang menyasar warga sipil yang mengungsi di Gaza.

Dilansir Al Jazeera, pernyataan tersebut dirilis oleh United Nations Human Rights Council, Senin (13/4/2026).

Panel yang terdiri dari 13 pakar ini mencakup sejumlah pelapor khusus PBB. Di antaranya Francesca Albanese, Paula Gaviria Betancur, Michael Fakhri dan Reem Alsalem.

Dalam laporan tersebut, para ahli mengungkap serangkaian insiden sepanjang Maret 2026. Termasuk serangan udara Israel yang membakar tenda-tenda pengungsi. Banyak korban jiwa dilaporkan dalam peristiwa itu.

Warga yang sebelumnya telah kehilangan rumah, kini kembali menjadi korban di tempat perlindungan terakhir mereka.

Baca juga : Wika Salim Targetkan Lepas Lajang Tahun Ini

“Siklus pengungsian, teror dan serangan yang ditargetkan ini memiliki tujuan akhir: membuat hidup warga Palestina tak tertahankan dan secara permanen memaksa mereka keluar dari tanah mereka,” demikian pernyataan panel pakar PBB.

Mayoritas penduduk Gaza telah berulang kali dipaksa mengungsi, kondisi yang dinilai sebagai bentuk pemindahan paksa.

Para ahli juga menegaskan, serangan terhadap lokasi yang diketahui sebagai tempat berlindung warga sipil merupakan pelanggaran berat hukum humaniter internasional.

Di lapangan, kondisi pengungsi semakin memprihatinkan. Mereka hidup di tenda dan hunian darurat dengan risiko tinggi. Mulai dari kelaparan, kedinginan, banjir, hingga minimnya layanan dasar. “Perempuan dan anak-anak menanggung beban penderitaan yang tidak proporsional,” tulis para ahli.

Sorotan juga diarahkan ke Tepi Barat. Terjadi peningkatan tajam pengusiran paksa akibat operasi militer Israel dan kekerasan kepada para pemukim. Serangan dilaporkan terjadi hampir setiap hari, menyebabkan korban jiwa, luka-luka, serta intimidasi terhadap warga sipil. Selain itu, banyak rumah, lahan pertanian dan sumber penghidupan warga Palestina dihancurkan.

Adsense

Data dari kantor HAM PBB menunjukkan, lebih dari 36.000 warga Palestina telah dipaksa meninggalkan tempat tinggal mereka sepanjang 2025, sementara aktivitas permukiman ilegal terus meluas.

Baca juga : Di Tengah Ketegangan Geopolitik Global, Kepercayaan Publik ke Pemerintah Tembus 75,1%

“Skala dan pola tindakan ini sekali lagi menunjukkan adanya kebijakan yang lebih luas, yakni pembersihan etnis di wilayah Palestina yang diduduki,” tegas panel tersebut.

Para pakar mendesak Israel segera menghentikan seluruh praktik pengusiran paksa di Tepi Barat dan memastikan kepulangan aman bagi warga terdampak.

Mereka juga menyerukan komunitas internasional mengambil tindakan tegas.

“Negara-negara harus mengakhiri pendudukan ilegal Israel,” seru para pakar.

Korban tewas di Palestina dilaporkan telah melampaui 72.000 orang sejak perang besar yang dimulai pada 7 Oktober 2023. Jumlah ini diperkirakan bisa lebih tinggi, mengingat banyak korban yang belum terdata atau masih tertimbun di bawah reruntuhan.

Para pakar PBB juga mengingatkan bahwa setiap negara memiliki kewajiban hukum untuk mendorong penyelidikan, serta tidak memberikan dukungan selama pelanggaran terus berlangsung tanpa akuntabilitas.

Baca juga : AS-Iran Gagal Damai: Minyak Meroket, Rupiah Melorot

Sedikitnya, tiga warga Palestina tewas akibat serangan udara Israel di Gaza, puluhan lainnya ditangkap dalam operasi militer di Tepi Barat, Senin (13/4) waktu setempat.

Tenaga medis di Rumah Sakit Al-Aqsa mengatakan, serangan terjadi di dekat sebuah sekolah di Deir el-Balah, Gaza tengah. Korban dibawa ke kamar jenazah, diselimuti kain putih, saat keluarga dan kerabat memberikan penghormatan terakhir.

“Ini bukan gencatan senjata, ini jebakan bagi anak-anak muda kami. Setiap hari ada korban,” kata Umm Hussam Abu el-Rous, kerabat salah satu korban.

Hingga kini, militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait serangan tersebut.

Serangan ini berlangsung saat perwakilan kelompok Palestina, termasuk Hamas, bertemu mediator dari Mesir, Turki dan Qatar di Kairo. Pertemuan tersebut membahas kelanjutan tahap kedua kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS). LDU

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 15 April 2026 dengan judul "Tenda Pengungsi Dibombardir Israel PBB: Krisis Kemanusiaan Di Gaza Makin Memburuk"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense