BREAKING NEWS
 

Jalur Jamarat Diatur Ketat Demi Keselamatan

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Selasa, 19 Mei 2026 07:20 WIB
Koordinator Bidang Sat Ops Armuzna/Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman. (Foto: Rusma/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membentuk tim khusus untuk memperkuat perlindungan dan pengawasan jemaah Indonesia selama fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Tim tersebut disiapkan guna mengantisipasi kepadatan pergerakan jemaah, terutama saat prosesi lempar jumrah di kawasan Jamarat. 

Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Satop Armuzna) sekaligus Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, mengatakan tim khusus atau Timsus Mina difokuskan untuk mendampingi jemaah lanjut usia, jemaah sakit, serta kelompok rentan lainnya. 

Menurutnya, personel yang tergabung dalam tim tersebut merupakan petugas berpengalaman yang pernah bertugas pada operasional haji sebelumnya. Pengalaman itu dinilai penting karena situasi di Mina membutuhkan kecepatan penanganan dan kemampuan membaca kondisi lapangan. 

“Petugas diberangkatkan pada malam 8 Zulhijah langsung menuju Mina tanpa melalui Arafah. Dengan begitu kondisi mereka tetap prima saat menyambut kedatangan jemaah,” ujar Harun seusai melakukan pengecekan jalur pergerakan jemaah dari Mina menuju Jamarat, Minggu (18/5/2026). 

Dia menjelaskan, Timsus Mina memiliki sejumlah tugas utama, mulai dari pengawasan jalur pergerakan jemaah, penyambutan kedatangan dari Muzdalifah, hingga membantu pengaturan arus jemaah menuju lokasi lempar jumrah. 

Menurutnya, fase kedatangan jemaah di Mina menjadi salah satu titik paling krusial dalam operasional haji karena potensi kepadatan sangat tinggi. Selain kondisi fisik yang mulai menurun akibat rangkaian ibadah panjang, jemaah juga harus berjalan kaki dalam jarak cukup jauh. 

Baca juga : Mirah Sumirat: Jangan Berhenti Pada Pembangunan Simbol

Karena itu, PPIH berupaya memastikan setiap jalur pergerakan dapat dilalui dengan aman dan tertib. Salah satu langkah yang dilakukan ialah pengaturan arah pergerakan jemaah saat menuju dan kembali dari Jamarat. 

Harun mengimbau jemaah yang menempati tenda Mina agar tetap menggunakan jalur sesuai ketentuan dan tidak berpindah lantai setelah melaksanakan lempar jumrah di Jamarat.

Menurutnya, jemaah yang berasal dari tenda Mina diprioritaskan melaksanakan lempar jumrah melalui lantai tiga Jamarat. Jalur keberangkatan dimulai dari Terowongan Muaisim menuju area jamarat dengan melewati dua terowongan utama. 

Setelah selesai melempar jumrah, jemaah diminta tidak turun ke lantai bawah karena dapat memicu penumpukan massa dan mengganggu arus pergerakan jemaah lainnya. 

Adsense

“Setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke lantai bawah. Ikuti arahan petugas agar jalur kepulangan tetap tertib dan aman,” kata Harun. 

Dia menjelaskan, jalur kepulangan menuju tenda Mina memang dibuat memutar. Jemaah nantinya diarahkan keluar dari area Jamarat, kemudian kembali masuk melalui terowongan hingga tiba di kawasan tenda masing-masing. 

Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Momentum Pengingat Keadilan Untuk Pekerja

Menurutnya, petugas di lapangan akan melakukan penyaringan arah pergerakan jemaah. Petugas akan menanyakan apakah jemaah kembali ke tenda Mina atau menuju hotel bagi peserta skema tanazul. 

Bagi jemaah yang mengikuti skema tanazul, jalur kepulangan akan diarahkan berbeda karena mereka tidak kembali bermalam di Mina setelah melempar Jumrah Aqabah. 

Saat ini, skema tanazul masih dalam tahap finalisasi. PPIH merencanakan penempatan jemaah tanazul di Zona 5 sebelum nantinya diumumkan secara resmi kepada seluruh jemaah. 

Harun juga mengingatkan jemaah agar tetap tenang apabila terjadi kondisi darurat di jalur terowongan, termasuk ketika lampu mendadak padam. 

Menurutnya, situasi gelap di dalam terowongan dapat memicu kepanikan jika jemaah saling berdesakan mencari jalan keluar. Karena itu, jemaah diminta segera menepi dan mengikuti instruksi petugas. 

“Kalau lampu tiba-tiba mati, jangan panik. Menepi dulu agar tidak terjadi benturan antarjemaah,” ujarnya. 

Baca juga : Registrasi Akun Medsos Wajib Pakai Nomor HP

PPIH mencatat sebagian besar jemaah Indonesia ditempatkan di Zona 3 dan Zona 5 yang berada di sekitar Terowongan Muaisim. Penempatan tersebut terbagi dalam 61 markaz, mulai dari maktab berukuran kecil di wilayah bawah hingga maktab besar di kawasan atas Mina. 

Jarak tempuh pulang-pergi dari tenda Mina menuju Jamarat melalui jalur terowongan diperkirakan mencapai sekitar 4,5 kilometer. Kondisi itu membuat kesiapan fisik jemaah menjadi perhatian serius petugas haji Indonesia. 

Melalui penguatan pengamanan jalur, pembentukan tim khusus, serta penataan arus jemaah, PPIH berharap seluruh rangkaian puncak ibadah haji dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa hambatan berarti.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense