BREAKING NEWS
 

Akan Diteken Trump Jumat, Perdamaian AS-Iran Bikin Dunia Senang

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : ADITYA NUGROHO
Rabu, 17 Juni 2026 07:40 WIB
AS dan Iran mencapai kesepakatan damai. (Foto: AI/Gemini)

RM.id  Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang yang berlangsung sejak Februari 2026. Penandatanganan perjanjian damai akan dilakukan di Swiss pada Jumat (19/6/2026). Dunia senang menyambut kabar baik tersebut.

Pengumuman awal mengenai kesepakatan itu disampaikan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Senin (15/6/2026). Dia menyebut Washington dan Teheran sepakat menghentikan perang secara segera dan permanen di seluruh front konflik, termasuk di Lebanon. 

Sharif mengatakan kesepakatan itu tercapai melalui mediasi Qatar dengan dukungan Arab Saudi dan Turki. “Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Amerika Serikat dan Republik Islam Iran atas komitmen mereka mencari solusi diplomatik dalam konflik ini,” ujarnya. 

Pemerintah Iran mengonfirmasi tercapainya kesepakatan tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan pengakhiran perang telah diumumkan secara permanen dan segera di seluruh lini konflik. 

“Termasuk Lebanon,” katanya dalam pernyataan yang disiarkan televisi nasional Iran, Senin (15/6/2026). 

Baca juga : Tanazul Haji, Solusi Fleksibel Pemulangan Jemaah Indonesia

Presiden AS Donald Trump juga mengonfirmasi tercapainya kesepakatan melalui media sosial Truth Social. “Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak,” tulis Trump. 

Trump juga mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade laut AS. “Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir,” tulisnya. 

Dalam pernyataan terpisah di Evianles-Bains, Prancis, Selasa (16/6/2026), Trump mengatakan seluruh poin perjanjian telah rampung dan siap difinalisasi melalui penandatanganan resmi di Swiss. Ia menegaskan salah satu poin utama kesepakatan adalah komitmen Iran untuk tidak memiliki senjata nuklir. 

Adsense

Meski begitu, hingga kini poin-poin kesepakatan damai kedua negara belum dipublikasikan. Berdasarkan rancangan yang diperoleh Reuters dari sejumlah sumber, poin-poin perjanjian tersebut antara lain pencairan aset Iran bernilai miliaran dolar AS, pelonggaran sanksi minyak, pembukaan Selat Hormuz, pengaturan program nuklir Iran, serta pemusnahan cadangan uranium yang telah diperkaya tinggi. 

Menanggapi kesepakatan damai ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bersyukur atas hasil perang melawan Iran. 

Baca juga : Sudewo Didakwa Raup 6,27 Miliar

“Yang terpenting adalah kita telah menyelamatkan Negara Israel dari ancaman pemusnahan nuklir,” kata Netanyahu, seperti dikutip Al Jazeera, Selasa (16/6/2026). 

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengapresiasi tercapainya kesepakatan dan menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa hambatan. “Pemulihan lalu lintas maritim, tanpa batas dan biaya, adalah syarat yang sangat diperlukan untuk stabilitas regional dan ekonomi global,” kata Macron. 

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut perjanjian itu sebagai langkah penting menuju stabilitas kawasan dan perdamaian berkelanjutan. 

China turut menyatakan dukungan terhadap proses perdamaian tersebut. 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengapresiasi upaya mediasi Pakistan dan berharap seluruh pihak tetap berkomitmen pada dialog serta penyelesaian damai. 

Baca juga : Untuk Pemilih Luar Negeri, KPU Mau Terapkan E-Voting

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) juga menyambut baik perkembangan tersebut. Kemenlu mendorong seluruh pihak untuk mematuhi komitmen yang telah disepakati dan menjaga momentum deeskalasi. 

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Sejarah dan Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Sudarnoto Abdul Hakim menilai kesepakatan damai berpotensi menurunkan harga minyak dunia dan menjamin kelancaran pelayaran internasional, khususnya di Selat Hormuz. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense