BREAKING NEWS
 

Dubes Tatang Razak Jadi Observer Internasional Pilpres Kolombia

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 24 Juni 2026 07:19 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Kolombia Tatang Razak (depan, bertopi) di pusat komando Komisi Pemilihan Nasional Kolombia, di Bogota, Minggu (21/6/2026). (Foto KBRI Bogota)

RM.id  Rakyat Merdeka - Suasana berbeda dan tegang menyelimuti Bogota pada Pemilihan Presiden (Pilpres) Kolombia, Minggu (21/6/2026). Jutaan warga menunggu hasil pemungutan suara yang akan menentukan arah politik negeri itu untuk empat tahun ke depan.

Di tengah momen bersejarah tersebut, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kolombia Tatang Razak ikut menyaksikan langsung jalannya hasil pemungutan suara. Dia diundang resmi oleh Consejo Nacional Electoral (CNE) atau Komisi Pemilihan Nasional Kolombia sebagai international observer.

Menariknya, Dubes Tatang merupakan satu-satunya observer dari Asia yang bergabung bersama pengamat pemilu dari lebih dari 20 negara.

“Ini pengalaman yang sangat menarik karena Pilpres Kolombia kali ini benar-benar menjadi pertarungan besar antara dua ideologi politik yang berbeda,” kata Dubes Tatang. 

Baca juga : Dubes Kevin Bangga Jadi Kepala Misi Di Asia Tenggara

Peran Dubes Tatang adalah memastikan seluruh tahapan pemilu berjalan transparan, adil dan sesuai aturan. Sejak putaran pertama di Medellin hingga putaran kedua di Bogota, dia mengikuti langsung dinamika pemilu yang menjadi sorotan dunia. 

Pasalnya, pemilu kali ini bukan sekadar memilih presiden baru. Pemilu Kolombia menentukan apakah kubu kiri yang dipimpin Presiden Gustavo Petro mampu mempertahankan kekuasaan yang diraih pada 2022. Atau, Petro harus menyerahkan kursi kepada kubu kanan yang selama puluhan tahun menjadi kekuatan dominan dalam politik Kolombia. 

Adsense

Presiden Gustavo Petro mengusung Ivan Cepeda sebagai Capres dari kubu Pemerintah. Cepeda bertarung melawan jagoan kubu kanan, Abelardo de la Espriella, yang mendapat dukungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan beberapa kepala negara di Amerika Latin.

Banyak orang khawatir ada potensi kerusuhan akibat tajamnya perbedaan politik kedua kubu. Namun, pemilu Kolombia hari itu justru berlangsung relatif damai. 

Baca juga : Hundred Hoo Haa Cup 2026 Jadi Ajang Bulutangkis Senior Bertaraf Internasional

“Secara umum pemilu berlangsung aman, tertib dan lancar. Tidak ada insiden besar yang mengganggu jalannya pemungutan suara,” ujar Dubes Tatang.

Pemungutan suara ditutup pukul 16.00 waktu setempat. Dubes Tatang bersama para observer internasional lainnya menuju pusat komando pemilu untuk mengikuti proses penghitungan suara secara langsung. 

Dalam waktu sekitar dua jam setelah tempat pemungutan suara ditutup, 100 persen suara sudah masuk. Abelardo de la Espriella dari kubu kanan memimpin dengan 12.950.642 suara atau 49,65 persen. Sementara, Ivan Cepeda memperoleh 12.702.592 suara atau 48,70 persen.

Kemenangan kubu kanan ini juga menjadi sinyal perubahan peta politik di Amerika Latin. Setelah beberapa tahun terakhir banyak negara dipimpin kelompok kiri-progresif, tren tersebut kini mulai berbalik di sejumlah negara kawasan.

Baca juga : Ini Ruas Jalan Yang Ditutup Saat BTN Jakarta International Marathon 2026

Bagi Dubes Tatang, yang paling penting adalah demokrasi di negara itu tetap berjalan dengan baik.

“Walaupun persaingan politiknya sangat keras, masyarakat Kolombia tetap bisa menyalurkan pilihannya secara damai. Itu yang paling penting dalam sebuah demokrasi,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense