Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- BPK Hormati Proses Hukum KPK, Pegawai Terlibat Akan Disidang Etik
- Kejagung Ungkap Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Terima Suap Rp 4,3 Miliar
- Pramono Sediakan Ruang Nobar Piala Dunia, Asal Jangan Ganggu Jam Kerja
- KPK Sita Rp 200 Juta dan Mobil SUV dari Kasus Suap Audit BPK
- Nama Disebut di Sidang Bea Cukai, Ini Klarifikasi Raffi Ahmad
Dubes Sandeep Chakravorty Lirik Investasi Hilirisasi Gambir Di Sumbar
Sabtu, 16 Mei 2026 07:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty tertarik terhadap potensi hilirisasi gambir di Sumatera Barat (Sumbar). Hal ini terungkap saat melakukan kunjungan resmi ke Padang, Sumbar, Selasa (12/5/2026).
Dubes Chakravorty bertemu dengan Gubernur Sumbar Mahyeldi. Dia disambut dengan hangat di Istana Gubernuran, Padang, Sumbar.
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Provinsi Sumbar menawarkan peluang investasi pengembangan industri hilir gambir kepada pihak India. Sektor ini dinilai strategis karena memiliki nilai tambah tinggi dan berpotensi membuka lapangan kerja baru di daerah.
Dubes Chakravorty menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Dia menegaskan ketertarikan India terhadap komoditas gambir asal Sumbar.
Baca juga : Gandeng OJK dan APRDI, Makmur Perkuat Literasi Investasi Reksa Dana di Sumut
“India salah satu konsumen utama katekin yang dihasilkan dari pengolahan gambir,” ujar Dubes Chakravorty.
Gambir adalah hasil olahan dari tanaman uncaria gambir. Yaitu, tanaman merambat yang banyak tumbuh di wilayah tropis seperti di Sumbar. Dari tanaman ini, diambil getah dari daun dan ranting muda. Selanjutnya, diproses menjadi pasta atau bongkahan kering yang disebut gambir.
Produk ini mengandung zat aktif utama seperti katekin dan tanin. Katekin biasanya banyak dipakai untuk produk kesehatan dan farmasi. Sementara, senyawa tanin dipakai industri untuk antibakteri, penyamakan kulit maupun pewarna alami.
Dubes Chakravorty menilai, Sumbar memiliki posisi penting sebagai salah satu produsen utama gambir dunia. Dengan demikian, peluang penguatan kerja sama industri hilir dinilai sangat menjanjikan.
Baca juga : Rosan Roeslani: Investasi Hilirisasi Menguat, Capai Rp147 T Di Triwulan I
Mahyeldi mengatakan, pembahasan gambir menjadi prioritas. India selama ini merupakan negara tujuan ekspor terbesar bagi berbagai komoditas asal Sumbar. Termasuk Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah.
Provinsi Sumbar mendorong para pengusaha India berinvestasi pada pengembangan industri hilir gambir. Harapannya, dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal.
“Saya merasa komoditas gambir ini penting untuk dibahas ber¬sama Dubes India. Karena pangsa pasar terbesar gambir Sumbar ini ya ke India,” kata Mahyeldi.
Selain sektor perkebunan, pertemuan itu juga membahas peluang kerja sama di bidang kesehatan, energi terbarukan, hingga pendidikan. Keduanya juga membahas rencana penguatan hubungan melalui skema sister province dengan wilayah di India.
Baca juga : Nusantara Halid Gandeng Grand Seleron Pabrik Truk Listrik, Investasi Rp 10 T
Pemerintah India menawarkan program beasiswa dan pelatihan teknis bagi aparatur daerah. Termasuk membuka peluang kolaborasi riset antara Universitas Andalas dan perguruan tinggi di India.
Kerja sama lanjutan kedua pihak akan difokuskan pada pengembangan investasi energi bersih, serta penguatan hubungan ekonomi dan budaya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya