RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar Korea Selatan (Dubes Korsel) untuk Indonesia¬ Yoon Soon-gu menemui Presiden ke-5 RI Megawati Soekarn¬oputri di kediamannya di Menteng, Ja¬karta Pusat, Senin (13/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas hubungan bilateral dan upaya mendorong dialog damai di Semenanjung Korea.
Megawati yang juga Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menerima kunjungan kehormatan Yoon didampingi Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP M. Prananda Prabowo, Rokhmin Dahuri dan Ahmad Basarah.
Masuk ke kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Dubes Yoon merasa takjub dengan desain interior rumah tersebut. Diplomat itu merasa terhormat dapat bertemu langsung dengan keluarga Presiden Pertama RI Soekarno. Menurutnya, kediaman Megawati memiliki nilai sejarah yang erat dengan perjalanan bangsa Indonesia.
“Sejarah bangsa Indonesia ada di ruangan ini. Saya melihat banyak foto Presiden Soekarno, foto Ibu Megawati dan saya bertemu dengan Ibu serta putra Ibu secara langsung,” kata Dubes Yoon.
Baca juga : Thomas Tuchel Belum Puas Permainan Tiga Singa
Dalam pertemuan itu, Dubes Yoon juga menyoroti pengalaman Megawati dalam mendorong perdamaian di Semenanjung Korea.
Saat menjabat Presiden, Megawati pernah diminta Presiden Kor¬sel saat itu Kim Dae-jung, untuk menyampaikan pesan kepada Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-il. Misi tersebut dilakukan ketika Megawati berkunjung ke Pyongyang pada Maret 2003, di tengah meningkatnya ketegangan akibat isu nuklir Korea Utara.
Isi pesan tersebut untuk mengajak Pyongyang kembali ke meja dialog dengan Seoul dan meredakan ketegangan di Semenanjung Korea. Setelah bertemu Kim Jong-il, Megawati melanjutkan kunjungan ke Seoul untuk menyampaikan respons Korut.
Dubes Yoon menilai, Megawati memiliki kedekatan dengan Korsel maupun Korut yang dapat mendorong perdamaian di kawasan tersebut.
Baca juga : Bertemu PM Belarus, Airlangga Bahas Kerja Sama Energi, Pangan Dan Konektivitas
“Pengalaman, keahlian, serta kedekatan Ibu Mega dengan dua negara menjadi modal sebagai perantara bagi kedua negara mau melakukan dialog damai di meja perundingan,” ucapnya.
Meski belum ada titik terang, Dubes Yoon merasa langkah terpenting saat ini adalah membuka dialog dengan Korut tanpa menetapkan syarat sebagai prasyarat perundingan.
Menanggapi hal itu, Megawati kembali mengenang pengalamannya saat menjadi utusan perdamaian itu. Menurutnya, perang saudara menyebabkan banyak keluarga yang terpisah. Saat itu, dia mengusulkan agar keluarga yang terpisah akibat pembagian wilayah Korea dapat dipertemukan kembali.
“Saya juga mengusulkan adanya kerja sama ekonomi antara kedua negara serumpun,” kata Megawati.
Baca juga : Menko Airlangga Bertemu PM Kazakhstan, Bahas Kemitraan Energi, Mineral & Digital
Di akhir pertemuan, Dubes Yoon bakal menyampaikan hasil pembicaraan tersebut kepada Presiden Korsel Lee Jae-myung. Dia juga menilai, pengalaman Megawati membuatnya layak menjadi utusan khusus untuk mendorong perdamaian di Semenanjung Korea
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.