Sebelumnya
Dilansir CNN, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menerbitkan izin untuk penggunaan darurat chloroquine dan hydroxychloroquine untuk penanganan pasien Covid-19. Jenis tersebut merupakan dua di antara beberapa jenis obat yang kini tengah diuji coba Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama sejumlah negara lain.
Pemberitahuan penggunaan darurat dan terbatas itu diketahui melalui surat yang dilayangkan otoritas tersebut pada Sabtu, 28 Maret lalu. Namun, Departemen Kesehatan dan Layanan Amerika Serikat baru mengumumkan itu pada Minggu, 29 Maret.
Baca juga : Atasi Covid-19, Macan Kemayoran Salurkan Donasi Hasil Galang Dana
Hydroxychloroquine atau chloroquine phospate telah digunakan di dunia medis sejak 70 tahun silam.
Chloroquineatau yang dikenal dengan pil kina, aman digunakan pada dosis rendah dan sedang, namun juga dapat menjadi racun ketika dikonsumsi dengan dosis tinggi.
Baca juga : Pandemi Covid-19 Momen Perubahan Strategi Humas
Tapi sejauh ini, bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa chloroquine--atau yang berkaitan dengan hydroxychloroquine--efektif mengobati pasien Covid-19 pun masih terbatas.
Sekalipun begitu, keterangan tertulis Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat, seperti dikutip CNN menyatakan, obat ini menawarkan manfaat untuk penyembuhan pasien yang terinfeksi virus corona.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.