Sebelumnya
Ratusan pengunjuk rasa dilaporkan saling berpegangan tangan, tanpa masker dan memegangi spanduk, yang salah satunya bertuliskan “Stop the lockdown”.
Diduga para demonstran frustrasi dengan kebijakan penguncian (lockdown) dan penjagaan jarak sosial 1,5 meter setiap orang.
Baca juga : Demokrat Minta SPP Sekolah Dipangkas Selama Pandemi
Polisi mengatakan, protes itu berlangsung damai. Sampai sekelompok penggemar sepak bola bentrok dengan polisi antihuru hara di stasiun pusat terdekat, melempar batu dan botol.
Petugas kemudian mengepung lusinan demonstran yang me nolak meninggalkan lapangan Malieveld di dekatnya, beberapa ratus meter dari stasiun.
Baca juga : WHO Warning AS Dan Eropa Yang Longgarkan Lockdown, Indonesia Bagaimana?
“Para demonstran yang tersisa menolak untuk pergi dan telah ditahan di bawah Undang-Undang demonstrasi publik,” kata polisi Den Haag dalam sebuah tweet.
Belanda telah dipuji karena pendekatan “smart lockdown”, yang tidak seketat beberapa ne gara Eropa lainnya, tanpa perintah tinggal penuh di rumah.
Baca juga : Polisi Tangkap 95 Travel Gelap Angkut Pemudik Di Jalur Tikus
Restoran, bioskop, kafe, museum dan taman semuanya diizinkan dibuka pada 1 Juni, tetapi dengan aturan sosial jarak jauh dan tempat usaha terbatas hingga maksimum 30 pelanggan.
Belanda telah mengkonfirmasi 49.593 kasus dan 6.090 kema tian, dengan satu kematian baru dilaporkan dalam semalam. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.