Sebelumnya
Berkat bantuan Zelensky, kepolisian Ukraina berhasil membebaskan 13 penumpang bus. Tak cuma itu, pelaku penyanderaan berhasil ditangkap.
Dilansir BBC, Dinas Keamanan Ukraina (Security Service of Ukraine/ SBU) menyatakan, tak ada korban jiwa dalam operasi gabungan pembebasan seluruh sandera itu. Disebutkan, para sandera berada di dalam bus sejak pagi hari. Tepatnya mulai sekitar pukul 9 waktu setempat.
Baca juga : Di Depan 36 Juta Warganya, Presiden Prancis Minta Maaf Gagal Tangkal Corona
Kondisi para sandera benar-benar terjepit. Karena, tak ada akses makanan maupun toilet. Dalam tayangan video, sebuah bus berwarna biru-putih dengan kaca jendela pecah dan tirai ditutup, dikepung banyak polisi.
Pihak kepolisian sebelumnya menyebut ada 20 sandera di dalam bus tersebut. Namun diralat menjadi 13. Pelaku sempat mengancam akan meledakkan bom jika permintaannya anehnya tidak dipenuhi.
Baca juga : El Real Berduka, Mantan Presidennya Meninggal Akibat Corona
Selanjutnya, pelaku melepas tembakan. Dan melemparkan sebuah paket peledak ke ruas jalanan. Pelaku awalnya menyebut dirinya sebagai Maksym Plokhoy. Namun polisi mengidentifikasinya sebagai Maksym Kryvosh yang pernah mendekam di penjara selama 10 tahun atas berbagai tindak pidana.
Di akun Twitter-nya yang kini sudah hilang, pelaku juga mengklaim dirinya bersenjata lengkap. Termasuk membawa bom. Dan menuntut tokoh top Ukraina untuk menyampaikan pesan antikemapanan via media sosial.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.