BREAKING NEWS
 

Kerja Sama Di Tengah Covid-19

Terapkan Aturan Ketat, Pintu RI-Singapura Dibuka

Reporter : PAUL YOANDA
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 13 Oktober 2020 04:29 WIB
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam jumpa pers virtual, kemarin pagi.(Foto Dok RMco.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19, warga Indonesia dan Singapura akhirnya bisa saling mengunjungi. Tapi, pintu ini dibuka masih hanya untuk tujuan khusus. Aturannya pun ketat.

Hal ini diatur dalam peraturan Travel Corridor Arrangement (TCA) atau Reciprocal Green Lane (RGL). Aturan itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi, kemarin. Sesuai kesepakatan dengan Singapura, pengaturan ini akan berlaku 14 hari setelah pengumuman.

“TCA/RGL Indonesia-Singapura mulai berlaku 26 Oktober 2020,” kata Retno dalam press briefing virtual, kemarin pagi. Menteri Luar Negeri perempuan pertama itu menjelaskan, TCA/RGL hanya berlaku untuk warga yang melakukan perjalanan dinas atau diplomatik yang mendesak. Atau juga perjalanan business essential.

TCA tidak berlaku untuk perjalanan biasa atau wisata. Namun perlu dicatat, pemohon yang bisa melakukan TCA/ RGL ini hanya warga yang tercatat di masing-masing negara. Termasuk permanent residents di Singapura.

“Pemohon dari Indonesia pun harus memiliki sponsor government agency dan enterprises di Singapura, dengan mengajukan Safe Travel Pass,” jelas Retno.

Baca juga : Satgas Covid-19 Minta Layanan Kesehatan Transparan Soal Harga Swab Test

Sedangkan pemohon Warga Negara Singapura, harus memiliki sponsor pemerintah. “Atau business entity di Indonesia, serta mengajukan visa secara online kepada Ditjen Imigrasi Indonesia,” paparnya.

Selain itu, warga pemohon TCA/RGL ini harus melakukan tes PCR sendiri sebanyak dua kali. Tes PCR pertama harus dilakukan 72 jam sebelum keberangkatan.

Lalu tes PCR kedua, dilakukan saat tiba di bandara atau terminal ferry. Pre-departure PCR test result dikeluarkan oleh lembaga-lembaga kesehatan yang diakui kedua negara. Daftar lembaga tersebut, jelasnya, akan segera disampaikan berdasarkan hasil kesepakatan antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dengan Kemenkes Singapura.

Selanjutnya, kata Retno, wisatawan yang memenuhi syarat, wajib melakukan registrasi pada aplikasi ‘Trace Together’ dan ‘Safe Entry’ selama berada di Singapura.

Adsense

“Sementara wisatawan yang memenuhi syarat Singapura, wajib melakukan registrasi aplikasi e-HAC dan Peduli Lindungi selama di Indonesia,” jelasnya.

Baca juga : Mau Perangi Covid? Yuk Kuatkan Peran Keluarga

Hal senada disampaikan Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan. Dia mengatakan, telah berdiskusi dengan Retno melalui telepon.

Hingga kemarin, kasus Corona di Indonesia tercatat 333.449 kasus. Rinciannya, 11.844 orang meninggal dan 255.027 pasien sembuh.

Sementara Singapura, mencatat 57.876 kasus positif, 27 meninggal, dan 57.705 pasien berhasil sembuh.

Berburu Vaksin Ke Eropa

Terkait vaksin, di hari yang sama, Retno bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan tim dari Kementerian Kesehatan berangkat menuju London, Ing- gris, dilanjutkan ke Bern dan Jenewa, Swiss. Retno menjelaskan, keberangkatan itu demi mengamankan komitmen dari sumber lain untuk vaksin Covid- 19, dalam kerangka kerja sama vaksin bilateral.

Baca juga : Ketua Satgas Covid-19: Vaksin Terbaik Saat Ini Adalah Protokol Kesehatan

Pihaknya juga, lanjut menteri dengan nama lengkap Retno Lestari Priansari Marsudi ini, akan melakukan pertemuan dan diskusi dengan lembaga kesehatan dunia di PBB, WHO.

Selain itu, juga dengan GAVI, sebuah lembaga kemitraan kesehatan global publik-swasta, yang bertujuan meningkatkan akses ke imunisasi di negara-negara berkembang. Termasuk dengan The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI). Sebuah lembaga kemitraan global yang diluncurkan pada 2017 untuk mengembangkan vaksin guna menghentikan epidemi di masa depan.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda ini juga menyampaikan, tujuan lain perjalanan ini adalah demi mendorong kerja sama jangka menengah dan jangka panjang, antara Bio Farma dan mitranya di luar negeri. Termasuk dalam konteks multirateral.

Retno juga akan melakukan pertemuan dengan sejumlah menlu lainnya. Salah satunya adalah dengan Menlu Inggris. Sementara di Swiss, peraih gelar S2 bidang Hukum Uni Eropa di Haagse Hogeschool, Belanda ini akan bertemu dengan Wakil Presiden dan beberapa perusahaan dari negara itu.

“Dari dua negara itu, kami akan mengupdate dari kunjungan kami,” tandasnya. [PYB]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense