BREAKING NEWS
 

Dubes AS Ingatkan Bahaya Utang China

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 14 Maret 2019 16:52 WIB
Duta Besar Amerika Serikat untuk Australia, Arthur Culvahouse Jr

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Australia, Arthur Culvahouse Jr prihatin dengan cara Pemerintah China meminjamkan uang ke negara-negara berkembang di Pasifik. Culvahouse menyebutnya sebagai "payday loan diplomacy" atau "diplomasi pinjaman cepat dan mudah."

Culvahouse mengatakan, terserah pada sekutu-sekutu Amerika Serikat dan negara-negara Barat yang liberal untuk mengingatkan masyarakat akan bahaya pinjaman tersebut. Wakil Presiden AS Mike Pence juga telah mengingatkan bahwa China menerapkan "jebakan utang" terhadap negara-negara berkembang di Pasifik.

Baca juga : Mendes Minta PNS Tingkatkan Kesejahteraan Desa

"Saya ingin menggunakan bahasa yang lebih keras. Saya akan menggunakan istilah "payday loan diplomacy," tuturnya seperti dilansir  Associated Press (AP), Kamis (14/3).

Adsense

Menurut Culvahouse, dana pinjaman tersebut terlihat menarik dan mudah diperoleh. Namun dia mewanti-wanti peminjam seharusnya mempelajari secara seksama ketentuan-ketentuan mengikat yang menjadi syarat pinjaman itu.

Baca juga : Airin Ingatkan Konsultan Amdal Lebih Hati-hati

Pemerintah China membantah tudingan jika negaranya menggunakan pinjaman, hibah dan bantuan finansial lain untuk memperluas jangkauan diplomasi dan politiknya. Pemerintah China menegaskan, pinjaman semata-mata diberikan untuk kepentingan kedua pihak yang terlibat dalam transaksi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang mengkritik para pejabat AS yang mempermasalahkan kerja sama yang saling menguntungkan antara China dan negara-negara lain, termasuk kerja sama Selatan-Selatan dengan negara-negara kepulauan Pasifik.

Baca juga : Rangkul Wijin Di Mal

"Saya berharap mereka (AS) akan memperbaiki sikap mereka, mengingat kepentingan jangka panjang negara-negara berkembang itu, dan melakukan hal-hal yang kondusif bagi pembangunan jangka panjang negara-negara itu, bukannya menimbulkan masalah," tandas Lu. [MEL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense