BREAKING NEWS
 

Dipastikan Kalah

Donald Trump Masih Ngeyel

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : UJANG SUNDA
Minggu, 15 November 2020 06:22 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perhitungan Electoral Vote Pilpres Amerika Serikat sudah rampung. Hasilnya, Joe Biden meraup 306 suara, sementara Donald Trump hanya meraih 232 suara. Dengan hasil ini, dipastikan Biden menjadi Presiden AS terpilih. Bagaimana sikap Trump? Meskipun hasil akhir sudah keluar, Trump masih juga ngeyel. Jagoan dari Partai Republik ini, ogah mengakui kekalahan.

Setelah sepekan hanya berkoar-koar di Twitter, kemarin, Trump muncul di Gedung Putih. Dalam penampilan yang singkat itu, Trump menyinggung soal hasil Pilpres dan penanganan Corona di AS. 

Soal Pilpres AS, Trump memberi isyarat tidak akan melepas kekuasaannya dari Gedung Putih. “Apapun yang terjadi pada masa depan, kita lihat siapa yang akan memerintah nanti, waktu yang akan menjawabnya,” kata Trump. 

Baca juga : Trump Tak Tahu Malu

Omongan Trump ini memperkuat pernyataan Menlu AS Mike Pompeo yang menyebut Trump tak akan lengser dan akan melanjutkan kekuasaan periode kedua. Sebelumnya, Trump tetap ngotot telah dicurangi oleh rivalnya dalam proses perhitungan suara. Setelah pencoblosan, hampir tiap hari ia berkicau soal teori konspirasi. Bahwa ada penipuan, pencurian surat suara, dan kecurangan. Ia juga mengajukan banyak tuntutan hukum. Meski usahanya itu tak membuahkan hasil. 

Adsense

Yang paling mengkhawatirkan adalah manuver Trump memecat bos Pentagon atau Menteri Pertahanan Mark Esper. Dia juga merombak besar-besaran struktur kepemimpinan Pentagon dan menggantinya dengan para tokoh yang dianggap loyalisnya. Manuver itu telah memicu kekhawatiran Trump akan melakukan kudeta militer terhadap Biden demi melanggengkan kekuasaannya. 

Pejabat tinggi di Gedung Putih yang juga menjabat Penasihat Perdagangan Presiden, Peter Navarro memperkuat kekhawatiran itu. Dia mengatakan, Gedung Putih sudah melakukan persiapan jika Trump melanjutkan jabatannya di periode kedua. “Kami melihat ke depan, di sini di Gedung Putih dengan asumsi bahwa akan ada masa jabatan Trump kedua,” kata Navarro kepada Fox Business Network, seperti dikutip AFP, kemarin. 

Baca juga : DKI Dianggap Tak Maksimal

Dia mengatakan, pihaknya saat ini masih mencari bukti kecurangan seperti surat suara untuk diajukan sebagai bukti saat mengajukan gugatan hukum. Penulis buku Trump, The Art of the Deal, Tony Schwartz, juga menyampaikan hal serupa. Kepada BBC World News, Schwartz menyatakan, Trump tak akan pernah mengakui kekalahan. “Karena baginya menerima kekalahan adalah kegagalan, dan ini adalah sesuatu yang tak bisa ia terima,” ujar Schwartz. 

Karena itu, kata dia, wajar kalau Trump saat ini berusaha mati-matian mempertahankan kekuasaannya. Sikap keras kepala Trump ini menuai banyak kritik dan kecaman. Mantan Kepala Staf Gedung Putih, John Kelly mengecam Trump karena tak membantu transisi ke Biden. 

Menurut dia, penundaan transisi kekuasaan meningkatkan risiko keamanan nasional dan krisis kesehatan. “Jika Trump tak melakukan transisi kepemimpinan kepada pemerintah selanjutnya, maka akan menjadi bencana besar bagi rakyat,” kata Kelly. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense