BREAKING NEWS
 

Corona Baru Asal Inggris Masuk, Korsel Percepat Vaksinasi

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Senin, 28 Desember 2020 22:55 WIB
Anggota medis memandu pengemudi dengan dugaan gejala Covid-19, di fasilitas uji virus ”drive-through” di Goyang, utara Seoul. [Foto: Jung Yeon-je / AFP]

RM.id  Rakyat Merdeka - Para pejabat Korea Selatan (Korsel) menegaskan akan mempercepat program vaksinasi Covid-19. Pernyataan ini dibuat, kutip Reuters, bersamaan pengumunan terdeteksinya kasus pertama virus Corona jenis baru asal Inggris, Senin (28/12/2020) waktu setempat.

Menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), Corona jenis baru yang dianggap lebih menular ini, ditemukan pada tiga orang yang memasuki Korea Selatan dari London pada 22 Desember.

Secara keseluruhan, KDCA melaporkan, ada 808 kasus baru pada Minggu (27/12) tengah malam. Jumlah ini merupakan yang terendah sejak angka rekor 1.241 infeksi pada Jumat (25/12) lalu.

Baca juga : Menteri Baru Jangan Korupsi

Pihak berwenang Korsel memperingatkan, penurunan itu mungkin karena kurangnya pengujian yang dilakukan selama akhir pekan dan liburan Natal.

Belakangan, Pemerintah Korsel menghadapi maraknya kritikan atas rencana pengadaan dan peluncuran vaksinnya, karena berencana baru akan menggelar vaksinasi pada kuartal pertama tahun depan. Rencana itu jauh lebih lambat beberapa bulan, dibanding negara-negara lain, seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa yang sudah lebih dulu melakukannya.

Adsense

Pandangan negatif rencana vaksinasi ini, menjadi salah satu alasan utama, yang mendorong tingkat ketidaksetujuan terhadap kebijakan Presiden Moon Jae-in. Bahkan angkanya menjadi yang tertinggi selama ini, yakni hampir 60%, berdasarkan jajak pendapat Realmeter, Senin (28/12).

Baca juga : Diplomatnya Sambangi Markas FPI, Kedubes Jerman Minta Maaf

Menurut Kementerian Keamanan Makanan dan Obat pada Minggu (27/12), regulator akan mempersingkat periode yang diperlukan untuk menyetujui vaksin dan perawatan, dari rata-rata 180 hari menjadi hanya 40 hari.

Lalu, proses persetujuan tambahan untuk distribusi dan penjualan vaksin, yang biasanya memakan waktu beberapa bulan, akan dipersingkat menjadi sekitar 20 hari.

Sementara menurut Kepala Staf Kepresidenan, Noh Young-min, petugas medis dan penduduk lanjut usia akan mulai menerima vaksinasi pada Februari, dan rencana vaksinasi masyarakat luas pun semakin dipercepat.

Baca juga : Anies Manut Perintah Luhut

“Pemerintah sedang melakukan semua yang bisa dilakukan, untuk memajukan waktu dan juga membuat kemajuan,” katanya.

Korea Selatan juga mengatakan rencananya membeli dosis yang cukup, untuk memvaksinasi 46 juta orang, atau lebih dari 85% populasinya. [RSM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense