BREAKING NEWS
 

Soal Myanmar Yang Berdarah-darah

SBY Sejalan Dengan Jokowi

Reporter & Editor :
APRIANTO
Minggu, 21 Maret 2021 06:10 WIB
Pengunjuk rasa anti-kudeta militer membuat barikade saat mereka terlibat bentrok dengan pasukan keamanan di Jembatan Bayint Naung di Mayangone, Yangon, Myanmar. (Foto: Reuters/Stringer)

 Sebelumnya 
Anggota Komisi I DPR, Aryani Christina menilai, dukungan SBY terhadap Jokowi soal kudeta di Myanmar merupakan hal yang wajar. Menurutnya, semua pihak pasti mendukung agar terjadi perdamaian di Myanmar.

“Tidak ada yang mau melihat pertumbahan darah dan berjatuhnya korban di Myanmar terus berlangsung,” katanya, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Kepala Daerah Jangan Ngiler Dengan Proyek

Politisi Partai Golkar itu juga mengaku prihatin melihat situasi di Myanmar terus memanas. Menurutnya, DPR selalu berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri menyangkut keamanan dan keselamatan WNI di sana.

“Per hari Rabu kemarin, masih terdapat 380-an orang WNI kita di Myanmar dari yang sebelumnya mencapai 500 yang mana sebagian sudah memilih untuk kembali ke tanah air,” ungkapnya.

Baca juga : Suara Lutfi Dilawan Petani

Menurutnya, pemerintah Indonesia sudah menunjukkan sikap tegas dan keprihatinan menyangkut apa yang terjadi di Myanmar, baik yang disampaikan oleh Menlu Retno maupun Panglima TNI dalam ASEAN Chief of Defense Forces Meeting. “Bagi Indonesia, keselamatan dan keamanan rakyat Myanmar menjadi hal yang utama,” cetusnya.

Dukungan SBY kepada Jokowi pun menuai pujian dan kritikan dari netizen. Akun @hendriteja menilai, selama ini SBY memang dikenal sebagai tokoh perdamaian internasional. “Usulnya sangat layak untuk dipertimbangkan. Beliau satu-satunya Presiden yang pernah bertugas sebagai komandan pasukan penjaga perdamaian PBB,” cuitnya.

Baca juga : Luciana Salazar, Pernah Jalin Hubungan Gelap Dengan Messi

Namun, akun @amaluddin_s menilai, peacemaker dan peacekeeper harus didukung kewibawaan seorang pemimpin negara, diplomatik yang handal dan negara yang memiliki power. “Di saat Pak SBY memimpin itu kita tidak ragukan lagi. Maaf pak, ini hanya pendapat,” tulisnya.

Namun, ada juga yang justu mengeritik. “Maaf pak SBY, sebagai warga negara saya jelas mempertanyakan usulan ini, karena kekerasan di negara ini saja pemerintah belum bisa mengatasi. Bagaimana kalau nanti pihak Myanmar membalikkan usulan tersebut? Apa kita tidak malu pak?” tulis @_am4r3. “Di negara kita juga tidak sedang baik-baik saja pak... Mohon bapak beri masukkan ke pemerintah, bertindaklah adil, jangan pilah pilih pelaku pelanggaran,” timpal akun @LilisRusmiati12. [QAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense