RM.id Rakyat Merdeka - Kalau ditanya preferensi soal vaksin, maunya disuntik pakai vaksin apa, mungkin kebanyakan orang akan menjawab vaksin Pfizer.
Maklumlah, publik kerap menyimpulkan, vaksin Pfizer adalah yang terbaik berdasarkan angka efikasi yang ada saat ini.
Berdasarkan data interim dari uji klinis tahap akhir pada 18 November 2020, efektivitas vaksin Pfizer dalam mencegah risiko Covid disebut mencapai angka 95 persen. Tertinggi dari seluruh vaksin yang beredar saat ini.
Baca juga : Waspada Tsunami Virus Corona, Disiplin Warga Indonesia Dan India Cuma Beda Tipis
Apakah itu berarti Pfizer betul-betul teratas dalam hal efikasi, jauh mengungguli vaksin-vaksin lainnya?
Terkait hal ini, Pakar Bioteknologi yang juga Associate Professor Universiti Putra Malaysia, Bimo Ario Tejo PhD menjelaskan, efikasi tidak bisa dibandingkan vis a vis.
"Uji klinis vaksin dilakukan dengan protokol berbeda, di negara yang berbeda denga varian virus yang berbeda. Karena itu, efikasi vaksin tidak bisa dibandingkan apple to apple," jelas Bimo via laman Instagram-nya.
Baca juga : Terawan: Bule Cuma Nonton
Jika ingin dibandingkan, lanjutnya, vaksin-vaksin tersebut harus diberikan di tempat yang sama dan waktu yang sama.
Dalam konteks ini, Korea Selatan, Inggris, dan Skotlandia menggunakan vaksin Pfizer dan AstraZeneca secara bersamaan. Mereka telah merilis laporan efektivitas kedua vaksin di negara masing-masing. Hasilnya, ternyata nggak jauh beda.
Di Korea Selatan, efektivitas vaksin AstraZeneca dalam mencegah Covid pada kelompok usia 60 tahun ke atas setelah injeksi pertama, mencapai angka 86 persen. Sedangkan Pfizer 89,7 persen.
Baca juga : Terkait Vaksin Untuk Jemaah Haji Dan Umroh, Menkes Terus Lobi Arab Saudi
Di Inggris, efektivitas vaksin AstraZeneca dalam mencegah infeksi Covid dalam waktu minimal 21 hari setelah suntikan pertama, mencapai angka 64 persen. Sementara Pfizer 67 persen.
Di Skotlandia, efektivitas vaksin AstraZeneca dalam menurunkan angka pasien Covid di RS setelah vaksinasi pertama, mencapai 88 persen. Beda tipis dengan Pfizer, yang mencapai 91 persen.
"Jadi, kesimpulannya, vaksin Pfizer dan AstraZeneca memiliki efektivitas yang setara. Berdasarkan data dari Korea Selatan, Inggris, dan Skotlandia. Vaksin Pfizer dan AstraZeneca juga sama-sama efektif menghadapi varian baru B.1.1.7," tandas Bimo. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.