Dark/Light Mode

Efektivitas Vaksin AstraZeneca Dan Pfizer, Ternyata Cuma Beda Tipis

Sabtu, 8 Mei 2021 16:11 WIB
Ilustrasi vaksin Covid AstraZeneca (kiri) dan Pfizer (Foto: Net)
Ilustrasi vaksin Covid AstraZeneca (kiri) dan Pfizer (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kalau ditanya preferensi soal vaksin, maunya disuntik pakai vaksin apa, mungkin kebanyakan orang akan menjawab vaksin Pfizer.

Maklumlah, publik kerap menyimpulkan, vaksin Pfizer adalah yang terbaik berdasarkan angka efikasi yang ada saat ini.

Berdasarkan data interim dari uji klinis tahap akhir pada 18 November 2020, efektivitas vaksin Pfizer dalam mencegah risiko Covid disebut mencapai angka 95 persen. Tertinggi dari seluruh vaksin yang beredar saat ini.

Baca Juga : RS Siloam Kebon Jeruk Hadirkan Layanan Terpadu Untuk Pasien Gagal Jantung

Apakah itu berarti Pfizer betul-betul teratas dalam hal efikasi, jauh mengungguli vaksin-vaksin lainnya?

Terkait hal ini, Pakar Bioteknologi yang juga Associate Professor Universiti Putra Malaysia, Bimo Ario Tejo PhD menjelaskan, efikasi tidak bisa dibandingkan vis a vis.

"Uji klinis vaksin dilakukan dengan protokol berbeda, di negara yang berbeda denga varian virus yang berbeda. Karena itu, efikasi vaksin tidak bisa dibandingkan apple to apple," jelas Bimo via laman Instagram-nya.

Baca Juga : Kang Emil: Alhamdulilah Bu Cinta Sembuh Dari Covid-19

Jika ingin dibandingkan, lanjutnya, vaksin-vaksin tersebut harus diberikan di tempat yang sama dan waktu yang sama.

Dalam konteks ini, Korea Selatan, Inggris, dan Skotlandia menggunakan vaksin Pfizer dan AstraZeneca secara bersamaan. Mereka telah merilis laporan efektivitas kedua vaksin di negara masing-masing. Hasilnya, ternyata nggak jauh beda. 

Di Korea Selatan, efektivitas vaksin AstraZeneca dalam mencegah Covid pada kelompok usia 60 tahun ke atas setelah injeksi pertama, mencapai angka 86 persen. Sedangkan Pfizer 89,7 persen.

Baca Juga : Airlangga Harap LKI Partai Golkar Produksi Jubir Handal

Di Inggris, efektivitas vaksin AstraZeneca dalam mencegah infeksi Covid dalam waktu minimal 21 hari setelah suntikan pertama, mencapai angka 64 persen. Sementara Pfizer 67 persen.

Di Skotlandia, efektivitas vaksin AstraZeneca dalam menurunkan angka pasien Covid di RS setelah vaksinasi pertama, mencapai 88 persen. Beda tipis dengan Pfizer, yang mencapai 91 persen.

"Jadi, kesimpulannya, vaksin Pfizer dan AstraZeneca memiliki efektivitas yang setara. Berdasarkan data dari Korea Selatan, Inggris, dan Skotlandia. Vaksin Pfizer dan AstraZeneca juga sama-sama efektif menghadapi varian baru B.1.1.7," tandas Bimo. [HES]