Sebelumnya
Sebelum Xi menjadi Sekretaris Jenderal PKC pada Kongres Nasional ke-18 pada November 2012. Sebuah kudeta politik yang dipimpin Ketua Partai Chongqing Bo Xilai dan Kepala Keamanan Zhou Yongkang hampir berhasil.
Meskipun Xi berhasil mengamankan kepemimpinannya di tengah pertikaian, sejak itu, ia memanfaatkan kampanye anti-korupsi yang terkadang dipolitisir untuk mengkonsolidasikan kekuatannya.
Baca juga : Meriahnya Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China, Anggotanya Lebih Dari 95 Juta
Menurut editor majalah The Economist, James Miles, Xi sepertinya produk dari kalangan elite yang berpandangan luas pada 2012.
"Mereka melihat partai menghadapi ancaman internal dan eksternal yang sangat serius. Sehingga diperlukan perubahan pendekatan dan gaya kepemimpinan agar dapat bertahan," jelas Miles, dalam sebuah wawancara dengan Asia Times.
Baca juga : Pesan Sandi Ke Generasi Milenial: Pakai Medsos Untuk Ciptakan Hal Bermanfaat
Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah menjadi target utama pemberantasan korupsi pemerintahan Presiden XI. Dua perwira militer berpangkat tertinggi, Xu Caihou dan Guo Boxiong, adalah target awal pembersihan korupsi.
Miles mengatakan, pembersihan korupsi itu kemudian menghasilkan perombakan politik besar-besaran di tingkat atas PLA. Sekarang kita melihat fokus besar pada aparat keamanan internal, termasuk keamanan negara dan publik, pengadilan dan sistem penjara.
Baca juga : Digelar Online, Konvensi ALB Kadin Tetapkan 30 Delegasi ke Munas VIII
"Mereka semua ditargetkan dalam program yang dibingkai sebagai kampanye anti-korupsi,” sambung Miles, seraya menambahkan, pembersihan terbaru dimulai tahun lalu. Bakal berlanjut hingga 2022," katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.