Sebelumnya
Sejak berkuasa pada Maret 2020, Muhyiddin memerintah dengan mayoritas tipis, dan memimpin koalisi penguasa yang tidak stabil.
Baca juga : Senator Tammy Duckworth: AS Mau Rakyat Indonesia Aman Dari Covid
Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) yang merupakan partai politik terbesar Malaysia dan sekutu kunci dalam koalisi, telah menarik dukungan untuk Muhyiddin pada awal bulan ini.
Baca juga : Kasus Aktif Turun Drastis, Kasus Sembuh Cetak Angka Tertinggi
Namun Jaksa Agung Malaysia menegaskan, penarikan itu tidak akan mempengaruhi posisi Muhyiddin atau kabinetnya. Karena penentunya adalah parlemen.
Baca juga : Khilaf Makan Di Resto, Menteri Malaysia Minta Maaf Langgar Lockdown
Sejauh ini, belum ada indikasi bakal digelar mosi tidak percaya. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.