Sebelumnya
Carter mengatakan, Taliban pada dasarnya adalah "anak desa" yang hidup dengan apa yang disebut "Pashtunwali". Yakni cara hidup suku tradisional dan kode etik orang Pashtun –suku mayoritas Afghanistan.
"Mungkin Taliban yang lebih masuk akal. Ini kurang represif. Dan memang, jika Anda melihat cara pemerintahan Kabul saat ini, ada beberapa indikasi bahwa itu lebih masuk akal," kata peraih anugerah Knight Grand Cross of the Order of the Bath ini.
Baca juga : 6 Faktor Ini Bikin Taliban Sukses Ambil Alih Afghanistan
Meski demikian, beberapa veteran tentara Inggris tetap menunjukkan keragu-raguan mereka. Salah satunya Charlie Herbert, Mayor Jenderal Angkatan Darat (Purn) Inggris, yang pernah bertugas di Afghanistan, juga bekerja sebagai penasihat senior NATO.
"Orang-orang tidak boleh tergoda oleh kata-kata halus ini," ungkapnya, kepada Sky News.
Baca juga : Sore Ini, 11 Atlet Paralimpiade Bertolak Ke Jepang
Herbert mengingatkan, Taliban membutuhkan pengakuan internasional. Mereka telah mengambil alih kekuasaan dengan paksa dan mereka sekarang sangat membutuhkan pengakuan internasional, dari China, Rusia dan Barat. Jadi menurutnya, tentu saja Taliban akan menggunakan kata-kata menarik, seperti tentang kesempatan yang sama bagi perempuan.
Herbert mengatakan, tidak ada bukti bahwa Taliban telah berubah menjadi moderat. "Mereka menunggu, sampai kita meninggalkan Kabul dan kemudian pertumpahan darah akan dimulai ketika tidak ada wartawan dan tidak ada orang internasional yang melihatnya," cetusnya sinis. [RSM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.