Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tangani Pandemi, PBNU Dukung Pemerintah Dahulukan Keselamatan Jiwa

Selasa, 27 Juli 2021 16:40 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD saat dialog virtual Menko Polhukam dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Senin (26/7). (Foto: Ist)
Menko Polhukam Mahfud MD saat dialog virtual Menko Polhukam dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Senin (26/7). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengajak pemuka agama memberikan kesadaran kepada umat, bahwa Covid-19 ada dan masih panjang. Sehingga kerjasama pemerintah dengan organisasi keagamaan dan masyarakat amat penting dalam perang melawan Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Mahfud MD saat sesi dialog virtual Menko Polhukam dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Senin (26/7). Hadir dalam dialog virtual ini, Menko Polhukam didampingi seluruh pejabat eselon yakni para deputi, staf ahli dan staf khusus. Sementara Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj didampingi Sekjen PBNU Helmy Faishal, Wakil Sekjen, dan Ketua PBNU, Robikin Emhas.

Ajakan Mahfud pun ini disambut baik KH Said Aqil Siradj. Menurutnya, saat ini saatnya bergandengan tangan, partai pendukung, oposisi, masyarakat manapun, harus bergandengan tangan.

Berita Terkait : Hadapi Pandemi, Grand Dafam Braga Bandung Sediakan Paket Vaksin Nasi

"Jangan sampai malah ini dibikin kesempatan untuk tujuan target politik. Tidak etis, tidak berakhlak, tidak bermoral orang yang melakukan agenda politik di saat gawat seperti ini," ujar Kiai Said dalam sambutannya.

Kiai Said menekankan, saat inilah saatnya satu barisan menolong masyarakat yang terdampak Covid. "Dalam Islam dikatakan ada hifdzun nafs, ada hifdzun maal. Yaitu bagaimana menyelamatkan jiwa dulu, baru ekonomi. Yang paling penting jiwa dulu. Nyawa dulu, Kesehatan dulu. Dengan sekuat tenaga," imbau Kiai Said.

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini juga menyoroti upaya NU membangun kekebalan komunal di pesantren-pesantren sebagai prioritas.

Berita Terkait : Agar PPKM Sukses, Puan Minta Pemerintah Bangun Kepercayaan Masyarakat

Hal ini ditanggapi Menko, bahwa sangat menarik untuk kerjasama memaksimalkan program vaksinasi dan membangun herd immunity di lingkungan pesantren. 

Menko Polhukam beserta jajaran juga pada hari yang sama bertemu virtual pada kesempatan terpisah dengan pimpinan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI). Mahfud ingin mengetahui tanggapan KWI terhadap langkah yang dilakukan pemerintah dalam menangani pandemi, dalam hal kesehatan maupun menjaga kehidupan ekonomi.

"Kalau bisa kita ingin mencari peluang kerjasama untuk menangani Covid-19 ini agar lebih baik, kita temukan titik-titik tertentu untuk bekerja sama," ungkap Menko saat dialog dengan pimpinan KWI.

Berita Terkait : Biar Nggak Impor, Dukung Perluasan Lahan Garam NTT

Ketua KWI Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo mengatakan, KWI mengapresiasi usaha pemerintah dengan melibatkan TNI, Polri dan elemen masyarakat lain yang secara mati-matian membantu dan melindungi masyarakat agar terselamatkan dari ancaman Covid-19.

Pertemuan tersebut juga dihadiri antara lain, Romo Samuel Pangestu Wakil Uskup Jakarta, dan Romo Adi Prasojo selaku Sekjen Keuskupan Agung Jakarta.

"Kami telah mengajak umat untuk memahami situasi yang berat ini yang membutuhkan kerja sama dan bersatu untuk saling membantu. Semangat keterlibatan itu kami ungkapkan dengan tiga kata yakni semakin mengasihi, semakin teribat, dan semakin menjadi berkah," ungkap Kardinal Suharyo. [FAQ]