BREAKING NEWS
 

KLHK : Internalisasi Perubahan Iklim Diperlukan Dalam Kurikulum Pendidikan

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Minggu, 21 Maret 2021 13:36 WIB
Diskusi pojok Iklim secara virtual bertemakan Internalisasi Perubahan Iklim dalam Kurikulum Pendidikan yang diselenggarakan Kementerian LHK. (Foto: Dok. KLHK)

 Sebelumnya 
Ia berharap ini adalah awal dari suatu seri pencerahan di bidang pendidikan yang tentunya menyangkut  berbagai kelompok masyarakat dan kelompok usia, sehingga dapat menemukan jenis dan metode pendidikan yang tepat dalam menghadapi gejala perubahan iklim ini secara konseptual, strategik dan efektif.

Sementara itu Kepala Dinas LH Kota Sukabumi, Jawa Barat, Adil Budiman, pada awal pemaparannya menyampaikan bahwa pengembangan pendidikan lingkungan hidup di Kota Sukabumi dilaksanakan melalui dua metode, yaitu metode monolitik dengan memasukkan materi pendidikan lingkungan hidup menjadi salah satu muatan lokal sekolah, dan metode integrasi materi pendidikan lingkungan hidup ke dalam semua mata pelajaran.

Adsense

“Kunci keberhasilan yang dilakukan kota Sukabumi terkait pengembangan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah adalah adanya Komitmen dari seluruh unsur sekolah, perubahan perilaku berbudaya lingkungan yang melibatkan seluruh masyarakat, dan SDM Pendidik dan Peserta Didik. Tanpanya, program Adiwiyata tidak berkesinambungan ke depannya," terang Adil.

Baca juga : Kendalikan Perubahan Iklim, KLHK Kembangkan NDC Dan Strategi Jangka Panjang

Ahli Peneliti Utama Puslitbang Hutan BLI KLHK, Hendra Gunawan, menyampaikan pengalamannya dalam menyusun kurikulum muatan lokal pendidikan lingkungan hidup tematik mangrove di Indramayu.

Untuk mewujudkan Pendidikan Lingkungan Hidup tematik mangrove, harus bersifat integratif dan diperlukan komitmen dan kolaborasi dari semua pihak. Pendidikan karakter cinta mangrove dan cinta lingkungan pada umumnya perlu ditanamkan dan diwariskan lintas generasi serta diformalkan dalam kurikulum.

Kepala Bidang Pengembangan Generasi Lingkungan, Puslatmas dan PGL, BP2SDM, KLHK, Asri Tresnawati, menyampaikan bahwa pendidikan lingkungan hidup merupakan salah satu strategi menuju perubahan perilaku masyarakat peduli lingkungan.

Baca juga : Bekas Anak Buah Akui Juliari Pernah Titipkan Uang Buat Ketua DPC PDIP Kendal

Asri mengatakan untuk memperbaiki lingkungan, perlu perubahan perilaku ramah lingkungan dan peran aktif baik dalam pendidikan formal maupun non-formal.

Dalam diskusi pojok iklim kali ini, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Ramli Yanto, juga menyatakan dalam tanggapannya, bahwa Jawa Timur lebih menekankan pada insersi kurikulum, yaitu insersi isu lingkungan hidup dalam mata pelajaran yang berkaitan, karena dampak kerusakan lingkungan sama bahayanya dengan radikalisme, narkoba, dan korupsi.

“Harapannya sekolah bukan sekedar menuntaskan kurikulum, namun juga cinta lingkungan menjadi habituasi bagi siswa-siswi dan para pengajar di sekolah,” katanya.

Baca juga : Mensos Ajak Jurnalis Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan

Sarwono menyimpulkan bahwa ada beberapa ide dan konsep yang perlu ditindaklanjuti untuk melengkapi dan mematangkan visi pendidikan untuk kalangan yang luas terdiri dari beberapa lapis generasi yang kebutuhan pendidikannya berbeda.

Lebih lanjut Sarwono mengungkapkan pendidikan sepatutnya membuat orang semakin berakhlak, berilmu, berdaya mampu.

Diskusi yang dipandu oleh Peneliti Madya Balai Litbang dan Inovasi KLHK, Titiek Setyawati ini dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari Kementerian/Lembaga, organisasi non-pemerintah, perguruan tinggi,  individu dan sektor privat. [SRI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense