BREAKING NEWS
 

Tantangan Global Umat Masa Depan (14)

Mencegah Lahirnya Multi Radikalisme

Minggu, 12 Juni 2022 06:29 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Atas nama kebebasan beragama, sinkretisme dan khurafat dilegalkan. Atas nama keterbukaan, aib orang lain dibongkar seenaknya. Atas nama otonomi daerah, para WNI pendatang dari daerah lain disingkirkan. Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), lingkungan alam dieksploitasi melampaui ambang batasnya.

Pariwisata seksual dilegalkan. Untuk merebut kursi jabatan, maka uang, dukun, preman, dan berbagai konsesi dijalankan. Banyak lagi fenomena akibat radikalisme politik. Tentu saja satu di antaranya ialah maraknya korupsi. Karena mereka harus membayar utang politik para penguasa, maka pundi-pundi dipasang di mana-mana.

Baca juga : Virus Dalam Al-Quran

Ketiga bentuk radikalisme di atas betul-betul mengganggu kehidupan dan ketenangan kita sebagai umat dan sebagai warga bangsa. Untuk keluar dari ketiga bentuk radikalisme di atas, tidak ada cara lain, kecuali kita kembali memper­baharui komitmen kebangsaan kita, yakni memperkuat pilar-pilar kebangsaan kita, seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Terhadap radikalisme berbasis agama, diharapkan para ulama dan tokoh-tokoh agama lebih proaktif lagi membina umat, agar tidak jatuh di bawah kelompok garis keras.

Baca juga : Bersahabat Dengan Bala`

Untuk radikalisme pasar bebas, kita perlu menegaskan ideologi perekonomian bangsa, sebagaimana tercantum dalam batang tubuh UUD 1945.

Untuk radikalisme politik, diharapkan para elite politik men­junjung tinggi fair play dalam menjalankan peran politiknya. Di atas segala-galanya, kita perlu terus menggalakkan rasa nasionalisme keindonesiaan yang mencintai negeri, berikut dengan seluruh komponen bangsa yang ada di dalamnya.

Baca juga : Deindonesianisasi Pemahaman Agama

Setiap kali menjelang pemilu, suhu politik biasanya memanas. Apa saja bisa ditunggangi untuk menggolkan berbagai kepentingan subyektif. Jika kita lengah, maka ke­tiga potensi radikalisme tersebut di atas bisa dimanfaatkan sedemikian rupa oleh kelompok-kelompok tertentu, untuk mewujudkan cita-cita tertentu dari kelompok itu, dengan memompakan semangat patriotik, yang sesungguhnya isinya tidak lain untuk mempromosikan sosok figur atau sebuah aliran ideologi tertentu, yang mungkin tidak sejalan dengan perinsip-perinsip ideologi bangsa yang diakumulasikan dalam sebuah istilah NKRI. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense