Tausiah Politik
Sebelumnya
Nabi Ibrahim meminta pada anaknya, Nabi Ismail, “Pergilah engkau mencari batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia.” Nabi Ismail menemukan batu itu, lalu Nabi Ibrahim a.s bertanya, “Dari mana kamu dapat batu ini?” Nabi Ismail menjawab: “Batu ini aku terima dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril).”
Setelah Hajar Aswad diletakkan di sudut dinding Ka’bah, Nabi Ibrahim mencium batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a.s. Hingga sekarang, Hajar Aswad itu tidak pernah sepi dari ciuman jamaah haji dan umrah. Siapa saja yang bertawaf di Ka’bah, disunnahkan mencium Hajar Aswad. Namun, hal kontroversi terjadi pada diri Umar bin Khattab r.a., ketika beliau mencium Hajar Aswad mengatakan, “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau (Hajar Aswad) tidak dapat mendatangkan bahaya, tidak juga manfa’at. Kalau sekiranya aku tidak melihat Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu.”
Baca juga : Ka`bah: Rumah Pembebasan
Kisah tragis yang pernah menimpa Hajar Aswad ialah pencongkelan batu suci ini dilakukan pasukan Abu Thahir Al-Qurmuthi, salah seorang Raja Dinasti Qaramithah, dari golongan Syi’ah Ismailiyah Jazirah Arab bagian timur, dengan kekuatan 700 orang tentara bersenjata lengkap, mendobrak Masjid Al-Haram dan membongkar Ka’bah secara paksa lalu mencongkel Hajar Aswad dan mengangkut ke negaranya di kota Ahsa’, wilayah Bahrain.
Ia membuat maklumat yang menantang umat Islam, dengan mengatakan jika ingin mengambil Hajar Aswad, tebuslah dengan sejumlah uang yang pada saat itu sangat berat bagi umat Islam atau dengan perang. Baru setelah 22 tahun (tahun 339 H) batu itu dikembalikan ke Mekah oleh Khalifah Abbasiyah Al-Muthi’ lillah setelah ditebus dengan uang sebanyak 30.000 Dinar. Mereka membawanya ke Kufah, lalu menggantungkannya ke tiang ke tujuh Masjid Jami’.
Baca juga : Egaliterianisme Ka`bah
Setelah itu, mereka mengembalikannya ke tempat semula di dinding Ka’bah yang bentuknya seperti yang tampak sekarang ini.(*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.