Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Rutinitas mudik umat Islam ke negeri leluhur biasanya dalam momen-momen tertentu seperti hari raya Idul Fitri atau Tahun Baru Hijrah. Besarnya jumlah umat Islam bermigrasi ke negara-negara non-muslim, terutama di negeri Barat jumlahnya semakin bertambah.
Besarnya jumlah tersebut ditambah lagi dengan kawin mawin keluarga muslim dengan keluarga masyarakat local setempat. John L. Esposito dalam The Future of Islam, mengungkapkan kenyataan ini dengan mengatakan bahwa : “Today, Islam is among the fastestgrowing religions in Afrika, Asia, and America”. (Islam adalah agama yang paling cepat berkembang di Afrika, Asia, dan Amerika).
Baca juga : Dari Shabir Ke Mashabir
Hal yang sama juga sering diungkapkan Hillary Clinton dalam berbagai kesempatan ceramahnya di depan komunitas muslim. Pola migrasi umat Islam dalam dua decade terakhir menarik untuk dicermati.
Eksodus umat Islam ke negara-negara non-muslim secara mayoritas menimbulkan kerumitan ketatanegaraan tersendiri. Oliver Roy melihat adanya fenomena “State without nation and Brothers eithout state”, yaitu adanya semacam Negara tanpa bangsa dan persaudaraan tanpa Negara”.
Baca juga : Dari Mukhlish Ke Mukhlash
Mungkin juga bisa dikatakan, adanya fenomena kebangsaan tanpa negara (nations without state), karena dalam kenyataannya komunitas muslim yang eksodus ke negara-negara non-muslim dengan berbagai alasan dan kepentingan, memang menciptakan melting pot tersendiri di dalam negara tujuan.
Eksodus umat Islam secara besar-besaran dalam dua dekade terakhir ke negara-negara maju seperti di Eropa, Amerika, Australia, dan Asia Selatan, disebabkan oleh beberapa krisis di negeri asalnya. Ada dalam bentuk krisis politik seperti penduduk Palestina yang tadinya memiliki 80 persentanah hunian di kawasan Yerusalem dan selebihnya Israel menghuni sekitar 20 persen, tetapi kini terbalik, penduduk Palestina hanya mendiami wilayahnya sekitar 20 persen, selebihnya diambil alih Islrael.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.